Jadikan Al Quran Sebagai Tuntunan

Ponorogo, Jatim (shautululama) – Dalam taushiyahnya dirutinan khatmil Quran di ndalem Gus Imam Sholikhin Cekok Babadan, Ustadz Ahmad Nadhif menyampaikan sebuah pesan menggugah tentang bagaimana semestinya sikap umat Islam terhadap kitab sucinya.

Di hadapan sekitar 50 jamaah, yang terdiri para santri, Ustadz Nadhif mengingatkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW mengadukan umatnya kepada Allah SWT karena mereka telah meninggalkan al-Quran, sebagaimana tercantum dalam Surat al-Furqan ayat 30,

وقال الرسول يٰرب إن قومي اتخذوا هذا لقرءان مهجورا
“Dan berkatalah Rasul, ‘Ya Rabb-ku sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Quran ini sebagai sesuatu yang ditinggalkan'”.

Menjelaskan ayat ini, Ustadz Nadhif mengutip sebuah maqalah dalam Kitab at-Tibyan fi ‘ulumil Quran karya asy-Syaikh Muhammad Ali ash-Shabuniy, bahwa ada tiga golongan manusia yang dapat dianggap telah meninggalkan al-Quran.

Yang pertama adalah orang yang tidak membaca al-Quran
(من لم يقرأ القرءان فقد هجره)

Yang kedua adalah orang yang meskipun telah membaca tetapi tidak merenungi kandungan isinya
(من قرأ القرءان ولم يتدبر معانيه فقد هجره.)

Yang ketiga adalah orang yang meskipun telah membaca dan merenungi maknanya tetapi tidak mengamalkan isi al-Quran.
ومن قرأ القرءان و تدبره ولم يعمل بما فيه فقد هجره.

Dengan demikian, menurut Ustadz Nadhif, umat Islam wajib menjaga al-Quran dengan cara membaca, mengkaji dan merenungi kandungan isinya, dan yang tidak kalah penting adalah mengamalkan semua isi al-Quran dalam kehidupan nyata, tanpa kecuali, sehingga tidak terkategori sebagai kaum yang meninggalkan al-Quran.

Hanya dengan itulah al-Quran betul-betul akan menjadi petunjuk hidup dan mengantarkan pada kebahagiaan dunia Akhirat. Sebaliknya, jika umat Islam meninggalkan al-Quran maka mereka akan ditimpa kesempitan hidup di dunia dan kegelapan di Akhirat.

Dalam taushiyahnya tersebut, Ustadz Nadhif juga mengingatkan bahwa hanya orang-orang beriman dan bertaqwalah yang bisa mengambil petunjuk al-Quran; sedangkan Allah takkan memberikan petunjukNya kepada orang yang dzalim, fasiq, apalagi munafiq.

Acara berlangsung khidmat dan gayeng dari awal dimulai selepas Isya hingga berakhir sekitar pukul 22.00

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *