Isu Radikalisme Untuk Menghambat Kebangkitan Islam

Jakarta, (shautululama) –Narasi radikalisme dihembuskan untuk menghadang Islam politik dan aktivis Islam kritis. Pernyataan sumbang radikalis kerap dialamatkan pada kelompok Islam. Selain KH Ahmad Junaidy Ath-Thayyibi, Ulama Aswaja Jakarta, sebagai narasumber Islamic Lawyer Forum (ILF) LBH Pelita Umat edisi ke-11 pada Ahad (2/7/2019), hadir pula ulama ASWAJA karismatik. Dua ulama, Kyai Sirodjudin dan KH Ahmad Nawawi, memberikan tanggapan pada diskusi Isu Radikalsime: Isu Hukum atau Isu Politik?

Kyai Sirodjudin menyampaikan bahwa tudingan radikal terus ditebar. Tak perlu takut dan teruslah berjuang. Beliau menuturkan kisah perjuangannya di masa Orde Baru.

“Dahulu, kepala saya sudah ditodong pistol. Kemudian, saya diminta menyampaikan permohonan terakhir. Saya meminta, agar disampaikan kabar kepada keluarga saya bahwa saya telah syahid” kenangnya.

Kyai yang telah lama malang melintang di dunia dakwah ini menjabarkan detail di balik penggunaan isu radikalisme.

“Saya melihat tudingan radikalisme ini memang dialamatkan pada aktivis Islam untuk menghambat kebangkitan Islam. Namun, tidak usah takut. Terus saja berjuang !” tukas beliau dengan penuh semangat saat memberi tanggapan dalam forum ini.

Kebahagiaan berkumpul bersama orang soleh yang ikhlas dalam perjuangan disampaikan KH Ahmad Nawawi, Ulama Aswaja Depok. Bahkan, beliau menyatakan haru dan bahagia, berada bersama para tokoh, advokat dan ulama pejuang.

“Saya begitu bahagia, berkumpul bersama orang sholeh dan ikhlas. Saya ingin melihat kembalinya kejayaan Islam sebagaimana yang Rasululah SAW janjikan” ungkapnya.

Beliau mengutip pendapat Syaikh Yusuf Al Qardawi dan disampaikan pada kesempatan ILF dan di berbagai forum lain, beliau menyampaikan keyakinannya tentang prediksi kebangkitan Islam yang dimulai dari bumi nusantara. Beliau ingin, memberikan seluruh waktu dan hidupnya untuk dakwah.

Kadangkala, beliau terisak menyampaikan suasana batin dan kerinduannya pada syariah Islam. Saat bertemu dengan banyak tokoh, termasuk para pemuda yang berkesempatan hadir di acara ILF, beliau merasa mendapat semangat baru dalam perjuangan.

ILF edisi ke-11 dilaksanakan di Jakarta, pada Ahad (21/7) dengan menghadirkan nara sumber : Dr Luthfie Hakim, SH MH, Novel Bamukmin, SH, KH Ahmad Junaidy Ath-Thoyyibi, Bang Eka Jaya dan Chandra Purna Irawan, SH MH. [].

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *