Islam Haramkan Separatisme

Karawang, (shautululama) – “Islam mengharamkan pemisahan wilayah (separatisme), dalam hal ini kasusnya adalah Papua sebagaimana sebelumnya telah lepas Timor Timur. TOLAK SEPARATISME PAPUA!”, demikian ungkap Ustadz Wahyu Hidayat, Pimpinan Majlis Ta’lim al Furqon, dalam Multaqa Ulama Aswaja Kabupaten Karawang dan Purwakarta, Ahad 17 Januari 2021.

Dalam forum ini beliau menyampaikan tentang persoalan separatisme, yaitu pemisahan wilayah di nusantara, salah satunya yang terjadi saat ini, adanya upaya pemisahan di wilayah Papua.

Sebagai pembuka kalimah, beliau menyampaikan dengan mengutip Surat Ali Imron ayat 103, yang artinya “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,…”

Kemudian hadist Rasulallah Swt, “sesungguhnya kaum muslim itu bersaudara…” Dua landasan ini cukup menjadikan salah satu bukti nash syara’ bahwa haram hukumnya pemisahan wilayah atau disintegrasi. Sesuatu yang wajib kita lakukan adalah harus bersatu karena itu bukan hanya sekedar kita mendapatkan kekuatan tapi juga ini menjadi perintah dari Allah yang harus diwujudkan.

Sebenarnya separatisme yang terjadi di Indonesia ini merupakan strategi global Barat untuk memecah-belah dunia Islam, karena bersatunya dunia islam adalah mimpi buruk bagi bangsa barat. Mereka terus melakukan strategi pecah belah terhadap dunia Islam dan persatuan dunia islam.

Hal ini dilatarbelakangi oleh pengalaman sejarah yang menakutkan ketika mereka harus menghadapi kekuatan politik Islam, yakni Khilafah Islam yang menaungi semua negeri-negeri Islam. Khilafah Islam sepanjang sejarah peradaban dunia menguasai sebagian wilayahnya seperti Andalusia pada masa kekhalifahan Umayyah Abbasiyah dan bahkan pada masa Utsmaniyah

Sebelum Khilafah terakhir Usmani ditumbangkan, pada tanggal 16 Mei 1916 melalui perjanjian Perjanjian Sykes-Picot yang ditandatangani pemerintah Britania Raya dengan pemerintahan Prancis, yang diikuti dan disetujui oleh Kerajaan Rusia. Dimana dalam perjanjian ini ketiga negara mendiskusikan pengaruh dan kendali di Asia Barat setelah jatuhnya Khalifah Utsmaniyah pada Perang Dunia I yang telah diprediksi sebelumnya.

Perjanjian ini secara efektif memecah wilayah Islam yang menguasai 60% dunia dibagi-bagi menjadi 56 negara, termasuk di dalamnya adalah Indonesia.

Kenapa ini mereka lakukan? Karena mereka tahu bahwa kekuatan umat Islam salah satunya adalah adanya persatuan, maka jalan pemisahan seterusnya adalah dengan menanamkan ide-ide nasionalisme dan demokrasi kepada umat islam. Ide dan strategi inilah yang dilakukan di Papua, atas nama nasionalisme dan demokrasi mereka mendukung upaya-upaya disintegarsi wilayah Papua.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Demi Menjaga dan Menyelamatkan Generasi Muda Bangsa Kita Dari Perilaku Amoral, Ulama Aswaja Surabaya Raya Bermultaqa

Surabaya, (shautululama) – Maraknya kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan melatarbelakangi lahirnya Permendikbud Nomor 30 …