IJTIMA’ ULAMA KASEPUHAN: SYARIAH DAN KHILAFAH PASTI TEGAK INSYA ALLAH, SEKALIPUN NEGARA, PENJAJAH DAN ANTEK-ANTEKNYA MENTERORNYA

IJTIMA’ ULAMA KASEPUHAN: SYARIAH DAN KHILAFAH PASTI TEGAK INSYA ALLAH, SEKALIPUN NEGARA, PENJAJAH DAN ANTEK-ANTEKNYA MENTERORNYA

Jombang (shautululama.com) – Pada hari ketiga Ramadhan 1439 H, bertepatan dengan Sabtu 19 Mei 2018, Para ulama Wilayah Kasepuhan bertemu di rumah KH. Misbah Halimi, M.Pd Jombang untuk buka puasa bersama dan mengadakaijtima ulama dengan masyarakat. Tidak kurang dari 50 ulama berkumpul di sini. Mereka prihatin, pasca terjadinya aksi kerusuhan dan teror bom, terkesan ada “teror baru” untuk menakut-nakuti siapapun yang ingin hidup dalam Islam kaffah. Seakan ingin mengatakan bahwa pelaku teror adalah Islam. Sebuah stigma yang jahat, dan sangat berbahaya yang diprakarsai oleh negara asing penjajah.

Mengawali taushiyah, shahibul fadhilah almukarom KH. Misbah Halimi, M.Pd menjelaskan, pertarungan antara yang haq dan bathil, pendukung ajaran tauhid dan penentangnya, sudah jelas-jelas akan terjadi dan termaktub dalam Al Qur’an. Dengan menyampaikan QS. Al Mujaadilah 19-22, beliau meyakinkan, keberuntungan dan kemenangan pasti diberikan kepada hizbullah, termasuk partai idiologis Islam.

Selanjutnya, shahibul fadhilah almukarom KH. Ahmad Jauhari (pimpinan Jama’ah Tauhid Kediri), memberikan pesan yang hampir sama, selama berada dalam kebenaran, jangan pernah berhenti berjuang. Ibrahim as, karena meyakini kebenaran, dia harus berhadapan dengan orang tuanya. Harus berhadapan dengan prnguasa bengis Namrudz. Ibrahim diteror dipersekusi oleh negara. Karenanya, jangan pernah terpengaruh dengan isu terorisme.

Pada sesi selanjutnya, shahibul fadhilah almukarom Ustadz Ahmad Fathoni menyampaikan, apa yang menimpa pejuang syari’ah dan khilafah saat ini, termasuk pencabutan BHP HTI, tidak bisa dilepaskan dari keteguhan pengemban dakwah untuk menyampaikan kebenaran, termasuk mengatakan; haram pemimpin kafir, yang menyebabkan Ahok terjungkal. Karenanya, ujian dalam dakwah adalah sesuatu yang niscaya, dan karenanya sikap istiqomah tetap harus dijaga. Dakwah tidak boleh berhenti dalam situasi apapun.

KH. Abdul Halim dan KH. Muhammad Nizar yang juga hadir di majelis tersebut mengatakan, kecintaan mereka pada perjuangan syariah dan khilafah, bukan semata-mata karena materi, tetapi karena ini perintah dari Allah SWT. Siapapun yang sudah siap mengambil posisi dalam dakwah ini, harus siap menghadapi resiko apapun. Oleh karenanya, kemenangan yang sudah semakin dekat ini, tidak boleh kendur dan betbanding lurus dengan besarnya ujian.

Menjelang maghrib, untuk keberkahan dan menguatkan hati para pejuang sejati, shahibul fadhilah almukarom KH. Ahmad Jauhari diminta untuk menutup majelis tersebut dengan do’a. Acara berakhir, dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *