Ijtima’ Ulama Jombang: Mewujudkan Pemimpin Yang Amanah Dengan Syari’ah Dan Khilafah

Jombang, (shautululama) – Senin malam, 18 Februari 2019, selepas sholat isya’ di ndalem (Jawa: Rumah) Kyai Abdurrohman Mojoagung Jombang, para ulama, kyai, Ustadz, dan tokoh masyarakat berdatangan dari beberapa penjuru kota santri, Jombang, dalam rangka menghadiri undangan acara “Ijtima’ Ulama Jombang” .

Hadir pada acara ini Ustadz A. Musa tokoh masyarakat Peterongan Jombang,
memaparkan pentingnya umat Islam memiliki seorang pemimpin yang sholih.
Dalam hadits shohih Bukhori dan muslim, ” ….dan tidak ada nabi setelahku, hanya para Kholifah”

Sesi selanjutnya Abah Bajuri, tokoh Islam dari Sumobito Jombang menjelaskan kriteria seorang pemimpin, yang diantaranya mampu, adil dan merdeka. Bagaimana mungkin kita memilih pemimpin, jika yang kita pilih masih diatur yang lain, setiap kebijakannya dikontrol dan dibawah perintah atasannya. Pemimpin yang belum merdeka tidak layak dipilih sebagai pemimpin.

Kyai Amin Abdurrahman selaku tuan rumah acara ijtima’ ulama’ ini, dengan gamblang menjelaskan bagaimana bahaya seorang pemimpin yang munafik, karena Allah melaknat pemimpin seperti ini.

Saat seorang pemimpin menyatakan hanya takut kepada Allah, tetapi faktanya dia menerapkan hukum selain yang diturunkan Allah, serta melakukan banyak kebohongan di tengah-tengah umat, siapapun yang mendukungnya dan menjadi penolongnya, bukan termasuk umat Rasulullah Muhammad saw”, terang beliau.

Lebih lanjut beliau sampaikan, “Dan tidak akan bertemu beliau (Rasulullah) di telaga Kautsar kelak di akhirat nanti. Naudzubillah tsumma Naudzubillah”

“Terima kasih kepada Hizbut Tahrir, kami bisa paham tentang hukum sekuler, komunis dan Islam serta dipertemukan dengan orang-orang yang ikhlas berjuang menegakkan syariah dan khilafah”, pungkas beliau.

Menjelang dini hari acara diakhiri dengan ramah tamah dan doa. (red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *