IJTIMA ULAMA DAN TOKOH PANTURA TUBAN JATIM: Khilafah Ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah, Bukan Ajaran Radikal

0
1223

IJTIMA ULAMA DAN TOKOH PANTURA TUBAN JATIM: Khilafah Ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah, Bukan Ajaran Radikal

Tuban, (shautululama.com) – Ahad, 10 Juni 2018 lalu Majelis Taklim “Al Fatih” Tuban, mengadakan silaturrahim Ulama dan Tokoh Masyarakat Pantura Tuban, Jawa Timur dalam acara Ijtima Ulama dan Tokoh Pantura Tuban.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Beliau yang hadir diantaranya Ustadz Hanif Adnan (pengasuh MT. “Al Fatih”), Bapak Sujono Ali Mujahidin (Advokat), Ustadz H. Heri Irianto (Sekretaris DDII Tuban), Bapak Maghfur (Alumni Popes Langitan Tuban, Pengusaha Muslim), H. Muhadi (PCM Jenu), Ustadz M. Chusna (Majelis Taklim “Baitul Makmur” Semanding.

Acara tersebut digagas guna mewadahi para Ulama dan Tokoh yang hadir untuk menegaskan sikapnya bahwa ‘Khilafah adalah ajaran ahlu sunnah wal jamaah, bukan ajaran teroris’.

Ustadz Hanif Adnan, selaku pengasuh Majelis Ta’lim “Al Fatih” dalam sambutannya menyatakan bahwa, membangun ketaqwaan di tengah umat butuh imam (khilafah) sebagaimana disebutkan dalam hadits.

“Khilafah adalah (kepemimpinan) pengganti masa kenabian, untuk menjaga agama, dan mengatur urusan dunia, sebagaimana diungkapkan imam Mawardi dalam kitab beliau Ahkamus Shultoniyah.”

Lanjut beliau, Khilafah adalah kewajiban berdasarkan syara’ bukan berdasarkan akal, sebagaimana diungkapkan Imam Nawawi. Maka umat islam jangan percaya dengan upaya orang-orang kafir untuk menyesatkan umat Islam, agar jauh dan membenci khilafah, upaya itu dilakukan dengan cara membangun opini melalui media masa bahwa khilafah seolah berbahaya dan ancaman.

Ustad Hanif menegaskan, khilafah diopinikan identik dengan teroris, ISIS, ini adalah fitnah yang keji. Jangan ragu dan bimbang untuk mengatakan khilafah adalah ajaran ahlu sunnah wal jamaah, bukan ajaran teroris. Saya juga berpesan 2019 jangan pilih pemimpin yang anti dan phobi dengan Islam.”

Ulama dan tokoh pantura Tuban lain yang juga memberikan tausiyahnya yakni Ustadz Firdaus dan Ustadz H. Heri Irianto.

Ijtima Ulama ini diakhiri dengan pembacaan doa oleh Ustadz Muhaimin. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here