IJTIMA ULAMA CIANJUR: “ISU TERORISME ADALAH FITNAH TERHADAP ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN”

IJTIMA ULAMA CIANJUR:
“ISU TERORISME ADALAH FITNAH TERHADAP ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN”

Cianjur, (shautululama.com) – “(Disahkannya) UU Antiterorisme sangat terkait dengan kepentingan global,” ujar Ust. Eri Ridwan memulai acara Ijtima Ulama Cianjur yang digelar di paviliun Pondok Pesantren an-Najmu Tsaaqib di Kp. Gelar Kec. Cibeber Cianjur pada Ahad (3/6) sore. Sekitar 70 peserta dari kalangan kyai dan asatidz menghadiri acara yang bertemakan “Terorisme Bukan Ajaran Islam” tersebut.

Ust. Eri mengajak para peserta untuk sepakat bahwa terorisme itu adalah suatu bentuk kejahatan, tapi harus diteliti terlebih dahulu. “Terorisme itu kejahatan, tapi kejahatan untuk kepentingan siapa?” tanya pengasuh Majelis Baitul Ummah tersebut secara retoris.

Ust. Eri mengajak para kyai dan asatidz untuk melihat dengan jernih, dari definisi “terorisme” dalam UU Antiterorisme yang dibacakan, terkait kata kunci semisal penggunaan kekerasan dalam aksi terorisme. Hal ini terkait dengan kecenderungan sejumlah aksi terorisme yang belakangan terjadi dialamatkan pada kelompok-kelompok dakwah Islam.

Menguatkan pembahasan yang telah disampaikan pembicara sebelumnya, Ust. Abu Muhammad Alfatih menegaskan bahwa isu terorisme yang sedang digalakkan oleh rezim saat ini adalah fitnah bagi umat Islam. Selama ini terorisme selalu dikait-kaitkan dengan Islam, padahal jika berbicara dengan ekstremisme yang dilakukan oleh sebuah kelompok, di agama selain Islam pun banyak.

“Kita sepakat bahwa terorisme adalah kejahatan dan kita harus menepis opini negatif karenanya,” ujar beliau mengajak para kyai dan asatidz untuk melawan tuduhan terorisme yang dialamatkan pada Islam dan kelompok-kelompok dakwah yang ada.

Ust. Usman Ibnu Sanju dari Majelis Syifa ur-Rahmah Cianjur selaku pemandu acara kemudian mempersilakan para kyai dan asatidz untuk memberikan tanggapan atas materi yang telah dijabarkan. Ust. Asep Deni dari Warungkondang memberi tanggapan dengan serta mengajak peserta untuk memiliki sudut pandang lain tentang terorisme.

“Korban terbesar dari terorisme adalah (umat) Islam. Pada hakikatnya tidak ada perang melawan terorisme, yang ada hanyalah perang dengan dalih terorisme,” ujarnya menyitir pandangan John Pilger.

Ust. Abu Aafiya dari Majelis Sahabat Qurani memberikan spirit kepada peserta dengan mengatakan, “Di masa penuh fitnah ini, jangan sampai kita gentar menyerukan kebenaran. Jangan gentar menyerukan syariat Islam. Jangan gentar menyerukan khilafah, karena khilafah adalah ajaran Islam.”

Sementara itu Kyai Paret dari Syarikat Islam mendoakan kaum Muslim yang tengah membawa dan menyeru kebenaran agar dilimpahi kesabaran. “Teruslah berdakwah, karena ia merupakan senjata kaum Muslim!” pesan beliau berapi-api.

Apih ‘Gelar’ Iskandar dari Ponpes an-Najmu Tsaaqib Sadamaya Cibeber sebagai tuan rumah memberikan siraman penenang bahwa dakwah ini harus dimulai dengan ahsannya akhlak para pengemban dakwah. Pernyataan beliau tersebut kemudian dilengkapi oleh Ust. Irfan Abu Naveed, M.Pd.I dengan memperjelas makna akhlak. Peneliti Kajian Balaghah Alquran & Hadits dari Majelis ash-Shaalihun tersebut menjelaskan hakikat akhlak dan surah Muhammad ayat 7 dengan kajian balaghah mendalam.

“ _’Intanshurullaaha’_, menolong Allah di sana adalah majazi, bahwa maksudnya adalah (kita) harus menolong agama, Rasulullah SAW dan kelompok-kelompok pembela agama Allah. _‘Wayutsabbit aqdaamakum’_, maknanya bahwa Allah akan meneguhkan kedudukan kita dan terhindar dari fitnah-fitnah yang ada,” paparnya.

Ijtima Ulama Cianjur maghrib itu ditutup dengan membaca surah al-‘Ashr bersama dan juga pembacaan pernyataan sikap yang dipimpin oleh Apih ‘Gelar’ Iskandar.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *