Ijtima Forum Komunikasi Ulama Aswaja Sidoarjo, Khilafah Kewajiban dan Kebutuhan

Sidoarjo, Jatim (shautululama), Ahad 1 Maret 2020, di pagi hari yang berkah berkumpul puluhan Ulama Pengasuh Pondok Pesantren dan Majelis Taklim dari berbagai tempat di Kabupaten Sidoarjo. Para pewaris Nabi yang terhimpun dalam Forum Komunikasi Ulama Ahli Sunnah wal Jamaah (FKU Aswaja) Sidoarjo tersebut sendang mengadakan ijtima di Majelis Taklim Baitul Faizin, dalam rangka mensikapi permasalahan yang menimpa umat Islam.

Pada kesempatan Ijtima’ kali ini dipandu langsung oleh koordinator FKU Aswaja Sidoarjo, KH. Drs. Muhajir. Diantara para Ulama yang hadir dan menyampaikan pandangannya adalah :
1. Kyai Abu Fatah dari Pondok Tahfidz Mambaul Hafidzin
2. Ustadz. M. Riduwan dari Pondok Tahfidz Mambaul Hafidzin
3. Kyai Imam Mardhoyo Pengasuh Pondok Tahfidz Ulin Nuha
4. Ustadz Bowo al Harist dari Pondok Tahfidz Ulin Nuha
5. Ustadz M. Ilung Wardhana, SH dari MT. Al Mustanir
6. Ustadz Yunus dari MT. Al Mustanir
7. Kyai Habib Ibnu Anwar dari MT. Nibrasul Qolbi
8. Ustadz M. Ihsan dari Forum Umat Islam Tulangan
9. Ustadz Azzam Q. PP. Baitul Mubarak
10. Kyai Abu Faiz dari MT. Baitul Faizin
11. Kyai Ichsan Nuruddin dari MT. Al Ihsan
12. Ustadz Rudi Setiyawan dari MT. Al Ihsan

 

Dalam kalimatut taqdim KH. Drs Muhajir menyampaikan bahwa:

“Berbagai peristiwa memilukan menimpa umat Islam. Kini yang jadi korban adalah saudara-saudara kita di dunia. Mereka disiksa dan dibunuh, masjid dibakar. Sementara itu, umat Islam di tempat lain hanya bisa ikut merasa sedih dan mengutuk pelakunya, tidak bisa memberikan pembelaan dan perlawanan. Duka ini tentu ditimpakan oleh Allah sebagai akibat tiadanya pembela dan pemersatu umat”.

Kemudian kalimah minal ulama disampaikan secara bergantian. Pertama, Kyai Abu Fattah, yang menegaskan bahwa:
“Kita saat ini menyaksikan pelecehan terhadap Islam dan kedzoliman terhadap umat Islam diseluruh dunia sudah sangat keterlaluan. Kita hanya bisa turut berduka. Sekali lagi hanya turut berduka. Mestinya para penguasa muslim segera mengirim pasukan untuk membela saudaranya -bila masih muslim- dan memerangi siapa saja yang memerangi saudaranya yang muslim”.

Ustadz M. Riduwan menyampaikan kalimah minal ulama yang kedua:

“Dunia tidak adil; mereka -negara-negara penganut HAM- dengan mudah memberi stigma negatif dengan cap teroris apabila yang menjadi korban non muslim. Tetapi ketika korbannya Muslim maka dunia-pun diam. Maka, mari kita berjuang untuk mewujudkan kehidupan Islam, agar kedhaliman bisa diberantas dan keadilan bisa berdiri tegak”.

Selanjutnya, Ustadz Bowo Al Harist menyampaikan bahwa:
“Di dalam negeripun ketidakadilan juga terjadi. Ulama yang berjuang demi tegaknya Islam dikriminalisasi. Sedangkan penista Islam masih bisa melenggang bebas walaupun tindakannya telah dilaporkan ke Kepolisian”.

Ustadz M. Ilung Wardhana menambahkan kenyataan bahwa “Kekayaan alam di negeri-negeri Muslim dikangkangi penjajah dan antek-anteknya. Sementara itu umat Islam yang menjadi pemiliknya justru ditekan kehidupan ekonominya dengan berbagai pajak”.

Jadilah negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia berada dalam cengkeraman asing dan aseng”.

Kyai Habib Ibnu Anwar mengingatkan bahwa “Makar kaum kafir dan antek-anteknya pasti akan senantiasa terjadi sampai Muslim mengikuti “millah” mereka. Karena itu, kita tidak boleh menjadikan mereka itu sebagai teman kepercayaan, apalagi sebagai pemimpin. Haram hukumnya’.

Kesimpulannya, “Penyebab kemerosotan Umat hakekatnya adalah teguran agar Umat Islam kembali kepada Syariat yang telah Allah turunkan; yang pelajsanaan dan penerapannya memerlukan tegaknya Khilafah.

“Maka, peran Ulama sebagai pewaris Nabi sangat diharapkan oleh Umat dalam memperjuangkan tegaknya Khilafah, sebuah kewajiban agung yang telah disepakati oleh para sahabat dan para salafus shalih. Ulama harus berada di garda terdepan dalam perjuangan ini; memimpin umat menyongsong tegaknya kembali Khilafah ala Minhaji Nubuwwah yang telah dijanjikan Allah SWT”.

Ijtima’ Ulama FKU Aswaja ditutup doa oleh shohibul bait. Diantara doa yang disampaikan oleh kyai Abu Faiz adalah agar Allah SWT memberikan kesabaran dan ketabahan kepada seluruh Umat Islam, keistiqomahan kepada para Ulama & agar Allah SWT bersegera menolong Umat Kekasih-Nya dengan tegaknya kembali Khilafah Rasyidah ala Minhaji Nubuwwah.

Setelah ditutup acara dilanjutkan dengan ramah-tamah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …