Ibrah Pandemi Covid, Saatnya Tinggalkan isme-isme Buatan Manusia, Ambil Islam Secara Kaffah

0
250

Ngawi, Jatim (shautululama) – Acara Mutaqa Ulama yang disiarkan secara langsung melalui channel Youtube Multaqa Ulama Aswaja (MUA TV) yang bertema “Menatap Masa Depan, Tinggalkan Kapitalisme, Demokrasi, Nasionalisme, Komunisme Menuju Islam”, Ahad (09/8/2020).

Dalam multaqa ini diisi dengan aqwal minal ulama dari Propinsi Jatim, Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu ulama yang didaulat oleh panitia untuk menyampaikan aqwal minal ulama adalah Al Mukarram Kyai Misno, Pengasuh Majelis Taklim Fatkhul Mu’in dari Ngawi.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Beliau menasehati dan berpesan kepada pemerintah agar membatalkan atau menghapuskan RUU HIP yang beralih menjadi RUU BPIP. Seluruh elemen umat Islam telah menyatakan menolak RUU tersebut.

“RUU tersebut mencatumkan pasal-pasal yang akan menggeser dasar negara dari nilai Ketuhanan menjadi Nilai sosial. Dan juga diduga kuat akan menjadi pintu bangkitnya Komunisme dan atheisme di negeri ini”, terang Kyai Misno.

Selanjutnya Kyai Misno menjelaskan tentang sejarah kelam komunisme di negeri ini. Serta berbagai isme seperti kapitalisme dan Sosialis-Komunisme, yang bukan berasal dari Islam. Sementara islam sudah memberikan panduan dan pedoman hidup yang lengkap baik persoalan individu, sosial masyarakat dan negara.

Agar umat terlepas dari persoalan yang membelit, maka tidak ada jalan lain selain umat harus segera mencampakkan paham / isme buatan manusia dan mengambil Islam sebagai gantinya. Hal itu akan terwujud jika penguasa negeri ini menjadikan Syariah islam sebagai pedoman dalam seluruh perkara di negeri ini. Sesuai jumhur atau kesepakatan ulama madhab sistem itu dikenal dalam bahasan fikih sebagai Khilafah.

Di akhir tausiyah Kyai Misno sebagai bagian dari umat Islam dengan tegas menolak lahir RUU HIP atau yang bermetamorfosis menjadi RUU BPIP. Serta menyerukan kepada pemerintah untuk mengambil Syariah islam untuk diterapkan secara kaffah, sehingga terwujud negeri baldatun thayibatun wa Rabbun Ghafur yakni negeri yang sejahtera, damai dan senantiasa dinaungi ampunan Allah SW