Hilangnya Karakter Dasar Kaum Muslimin Penyebab Terjadinya Penghinaan Islam dan Kezaliman Penguasa

Sidoarjo, Jatim (shautululama) – Terkait penghinaan terhadap Rasulullah, Al-Qur’an, Islam dan Allah serta kedzaliman yang dilakukan oleh penguasa, Pengasuh Pondok Tahfidz Al Mustaqbalana Sidoarjo KH Usman Haidar mengungkap sebab utamanya adalah kaum Muslimin telah kehilangan karakter dasarnya yaitu amar maruf nahi mungkar.

“Dua musibah besar yang dialami oleh kaum Muslimin pada hari ini yakni penghinaan dalam bentuk pelecehan terhadap syiar Islam, Allah, Rasul, Al-Qur’an dan kezaliman termasuk lahirnya Omnibus Law. Sebab utamanya kaum Muslimin tidak melakukan amar maruf nahi mungkar,” tuturnya dalam acara _Live Multaqo Ulama Aswaja Sidoarjo: Bela Rasul SAW, Tolak UU Omnibus Law Produk Zalim Demokrasi,_ Sabtu (07/11/2020) di kanal _You Tube at Tafkir Channel._

Menurutnya, orang Mukmin mempunyai karakter dasar. Apabila hilang karakter dasarnya, keberadaannya di muka bumi ini menjadi seperti badut. “Makin enak suara ngajinya makin membuat lelap orang kafir tidur,” ujarnya.

Ia menilai karakter dasar seorang mukmin sebagaimana Allah SWT jelaskan dalam QS.9:71. Menurutnya, Ayat ini istimewa. Biasanya Allah kalau memerintahkan sholat cukup yang disebut mukmin lelaki. _Alladzina yukimunas sholaa_. Memerintahkan puasa, _ya ayyuhaldzina amanu kutiba alaikummus shiam. Yang diperintahkan Mukmin laki-laki, Mukmin wanita masuk. Karena dalam bahasa Arab, kalau disebut lelaki, perempuan masuk. “Tapi khusus ayat ini, Allah menyampaikan wal mukminun wal mukminat. Mukmin laki-laki dan perempuan. Mengapa disebut semuanya? Karena ada karakter dasar seorang Mukmin laki-laki maupun perempuan yakni mereka akan bersatu dalam rangka amar maruf nahi mungkar. Apabila hilang amar maruf nahi mungkar, hilang pula karakter dasarnya,” terangnya.

Ia menuturkan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Aisyah yang artinya Rasulullah bersabda, Wahai manusia, sesungguhnya Allah SWT telah berkata kepada kalian amar maruf-lah dan nahi mungkar-lah sebelum kalian mendapat tiga keadaan. Yang pertama, kalian berdoa tidak didengar. Kalian minta kepada Allah tidak diberikan. Kalian minta tolong, tidak ditolong oleh Allah SWT.

“Beberapa ulama mengatakan tidak ada musibah yang lebih besar bagi seorang hamba kecuali doanya, pertolongannya tidak didengar oleh Allah SWT. Apa sebabnya? Sebab tidak melakukan amar maruf nahi mungkar,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan selama hukum Allah tidak tegak, pelecehan terhadap Islam akan marak. “Dalam menghadapinya, tidak ada cara lain bagi kita kecuali dengan perlawanan. Dan itu karakter utama diri kita,” ujarnya.

Pada akhirnya ia menyeru kepada para Muslimin, Mukminin, para Da’i, Mubaligh dan Ulama untuk mengencangkan amar maruf nahi mungkar. “Supaya kita tetap dimuliakan oleh Allah dan tidak dihinakan oleh makhluk-makhluk Allah SWT,” pungkasnya.

Acara Multaqo Ulama Aswaja Sidoarjo dalam rangka memperingati Maulid Nabi SAW 1442 H dipandu oleh Rois Multaqo Ulama Sidoarjo Ustaz Asrul Sani dan doa penutup disampaikan oleh Tokoh Ulama Sidoarjo Kyai Furqon Syalthout.[] Achmad Mu’it

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …