“Hanya Syariat Islam yang Sudah Terbukti Mengayomi Rakyat, Baik Muslim Maupun Non Muslim”

Gresik, (shautululama.com) – Islam secara tegas mengajarkan manusia itu pada dasarnya suci. Namun dalam perjalanan hidupnya tercemar oleh berbagai dosa, karena menurutkan hawa nafsu yang bersifat irasional dan senantiasa membujuk manusia berpaling dari fitrah kesucian. Maka kembali ke fitrah dan kembali ke ajaran ahlussunah wal jamaah dijadikan perekat dalam acara Halal bihalal, jama’ah Asy Syifa’ yang diasuh oleh KH. Asyif Khozin.
Dengan nuansa kekeluargaan di penghujung bulan Syawal, 200 an jamaah dan muhibbin hadir dalam acara tersebut. Turut hadir KH. Muchtar Buchori, KH. Drs. Badri Yakub, KH. Abdul Wahab, KH. Radli Masykur Pengasuh MT. Lentera Hati, dan Ust. Muhammad Haris, M.Pd Pengasuh MT. Mata Hati Gresik. Acara ini digelar pada jumat (13/7/2018), diisi dengan tausyiyah dari ulama dan kyai yang hadir.

“Masing-masing manusia memiliki persoalan hidup, dan harus dicarikan solusi untuk menjawab dan mengatasi. Dari Silaturrahim, Allah Swt akan membimbing akal kita dengan benar selama apa yang kita perjuangkan adalah Dinnullah”. Terang KH. Asyif Khozin selaku shohibul bait saat memberikan tausiyah sekaligus sambutan.

Tausiyah selanyutnya disampaikan KH. Badri Yakup ulama dari Dukun – Gresik. Umat Islam harus mengenal jati dirinya agar tidak terpengaruh dengan paham selain Islam.
“Benarkah kita ini sudah beriman kepada Allah Swt dan Rasul-Nya?” atau hanya dalam lisan saja tanpa dibuktikan dengan perbuatan..? pertanyaan yang mengetarkan hati peserta yang hadir.
Lalu beliau mengutib surah Al hujurat ayat 15

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang – orang yang benar”
“Wajib kita meyakini bahwa hanya Allah lah Pencipta semesta ini, hanya Allah yang berhak menjadi Pengatur semesta ini, karena hanya Allah lah yang memiliki sifat kesempurnaan. Maka bertahkim dan menerapkan syariat Allah dan Rasul Nya adalah kewajiban mutlak bagi orang yang beriman”, tegas Abah Yakub, begitu beliau biasa dipanggil.

Lebih lanjut, syariat Islam menjawab dan memecahkan segala persoalan hidup manusia. Ketika diterapkan syariat islam secara total, terbukti mampu mengayomi dan menjaga umat islam bahkan non muslim pun terlindungi harta dan jiwanya. Selain itu, konsekuensi iman kepada Rasul harus diwujudkan dalam bentuk perbuatan yakni menjalan segala yang diperintahkan dan meninggalkan segala apa yang dilarang.
Oleh karenanya, untuk mengikis pengkaburan dan esensi syariat islam dari berbagai pemahaman bathil seperti sekulerisme, liberalisme, dan upaya pecah belah umat islam maka kita kedepankan silah ukhuwah Islamiyah. Harapannya umat bersatu mewujudkan penerapan syariah secara kaffah sebagaimana ajaran ahlussunnah wal jamaah, terang Abah Yakup sapaan akarab beliau”

Selanjutnya giliran KH. Muchtar Bukhori, ulama’ sekaligus tokoh masyarakat Gresik. Abah Muchtar sapaan akrab beliau, memberikan prolog bahwa manusia itu memiliki sifat dan jiwa yang unik, “Saat dekat ingin menjauh, saat jauh ingin mendekat; ada rindu kala berjauhan, ada benci kala berdekatan”, tutur beliau.
“Nah, solusi atas problematika tersebut adalah berpegang teguh kepada islam dan tuntunan Rasulullah Muhammad Saw yakni syariat islam. Karena hanya syariat islam yang terbukti bisa menyatukan perasaan umat manusia. Kita bisa lihat dalam buku tarikh bagaimana Rasulullah menyatukan dua qabilah terbesar di Yatsrib (Madinah) senantiasaya bermusuhan/berselisih turun temurun yakni suku ‘Aus dan Khajraj. Juga menyatukan kaum muhajirin yang miskin (tidak memiliki harta benda) dari Mekkah dengan kaum Anshor yang ada di Madinah”, terang Abah Muchtar

Husain, [14.07.18 10:56] Lebih lanjut “persatuan dan persaudaran kaum muslim semakin hari semakin kokoh dan kuat, tak karena diterapkannya syariat islam dalam bingkai daulah islam di Madinah. Karena dalam islam mengajarkan bahwa sesama muslim itu bersaudara maka janganlah kalian bercerai berai”. Hal ini mengakibatkan kecemburuan dan kedengkian kaum Yahudi”. Dan mereka membuat makar dengan mengadu domba orang – orang dari suku ‘Aus dan Khajraj. Maka turunlah ayat 103 dalam surat Ali Imran.

“Jadi kalau sekarang ada kelompok atau organisasi yang menghendaki ummat islam bercerai berai dan tidak berpegang teguh terhadap perintah allah swt dan rasul-Nya bisa jadi mereka itu adalah bagian atau antek dari kaum Yahudi”, pungkas Abah Muchtar

KH. Abdul Wahab, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa syariat islam diturunkan itu tidak hanya sekadar untuk wawasan atau pengetahuan saja tetapi untuk diterapkan. Karena syariat islam itu sejatinya untuk mewujudkan dan menegakkan kalimatillah.
“Oleh karenanya, kita harus berdakwah menyampaikan yang haqq dan menjelaskan yang bathil kepada umat. Menyampaikan pentingnya syariah islam dan kewajiban menegakkan khilafah. Dengan iman yang benar segala rintangan dan tantangan dakwah akan terlampui sebagaimana dakwahnya Rasulullah SAW”, tegas Kyai Wahab.
Kemuliaan dan kemajuan umatku ada berada di pundak–pundak kita. Beliau mengkutib kitab salah satu ulama bahwasanya Rasul saw menyampaikan “sesungguhnya di pundak kalianlah urusan umat ini”
“Dengan demikian janganlah kita merasa puas dengan kebahagian di dunia tetapi kita harus mengutamakan kebahagian di akhirat kelak. Jangan tergiur terhadap kesenangan sesaat, sehingga lupa kenikmatan abadi di akhirat. Marilah kita kokohkan ukhuwah kita dengan saling menghormati dan menghargai diantara kaum muslim”, papar beliau mengakhiri tausiyahnya.

Di akhir acara, KH. Rodli Masykur, M.Pd.I Pengasuh Majelis Taklim Lentera Hati, memimpin pembacaan surat pernyataan sikap Ulama dan tokoh Masyarakat Gresik. Lalu dilanjut dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH. Asyif Khozin selaku Pengasuh Majelis Taklim As Syifa Gresik, dan saling jabat tangan seluruh jamaah.(ks/hs)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *