Hanya Syariah dan Khilafah yang Layak Dijadikan Solusi Krisis Multidimensi

Surabaya, (shautululama) – Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya diselenggarakan secara daring melalui channel youtube Multaqa Ulama Aswaja TV, Sabtu malam, 25/7/2020. Multaqa kali ini diikuti oleh para ulama, kyai, pengasuh ponpes, pengasuh majlis taklim serta sejumlah ustad berserta muhibbinnya dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik serta Madura.

Dalam multaqa ulama kali ini disampaikan kalam minal ulama, dari para undangan diantaranya Kyai Soeprayogi, MT An Nashr, Surabaya.

“Kapitalisme adalah ideologi rusak yang dikendalikan oleh hawa nafsu, mereka memuja harta, gaya hidup hedonis, semau gue” tegas Kyai Soeprayogi.

Lanjut beliau, “Komunisme anti tesis dari kapitalisme, namun komunisme, meniadakan peran Tuhan (agama), seperti kapitalisme yang memisahkan agama dari urusan dunia (sekulerisme). Dengan demikian kedua ideologi ini tidak sesuai dengan fitrah manusia, tidak layak digunakan untuk mengatur kehidupan manusia”, terang beliau

Allah SWT telah mewajibkan manusia hidup dengan syariah sebagai pedoman hidupnya di dunia, syariah diturunkan Allah melalui Rasulullah Saw sebagai petunjuk manusia. Pelaksanaan syariah secara kaffah dalam kehidupan sudah dicontohkan oleh Rasulullah, di bawah naungan khilafah. Itu sistem pemerintahan warisan Rasulullah yang harus diperjuangkan dan ditegakkan kembali untuk mengatur umat manusia, agar menjadi rahmad seluruh alam.

Kalam minal ulama selanjutnya disampaikan oleh, Kyai Khozin Mubarrok, Majlis Taklim Nurul Iman, Sidoarjo. Beliau sampaikan, “Umat sudah tidak percaya dengan sistem kapitalisme dan komunisme. Mereka menolak karena sistem ini sudah mencelakakan mereka, mendholimi mereka selama mereka berkuasa. Umat sangat rindu diatur dengan syariah Islam”

Khilafah merupakan ajaran islam, dengan tidak tegaknya khilafah menyebabkan terbengkainya syariah islam, maka kehadiran khilafah menjadi wajib. Karenanya siapa saja yang memusuhi khilafah, sama halnya dengan memusuhi ajaran Islam. Ingatlah kisah-kisah orang di masa lalu yang memusuhi Allah, maka mereka akan dibinasakan. Firaun dengan segala kekuasaan dan kekuatannya dihancurkan oleh Allah karena memusuhi Nabi Musa As.

Oleh karena itu, kami mengingatkan, “Jangan memusuhi khilafah dan para pejuangnya, takutlah akan malapetaka yang akan menimpa kalian. Singgasana kekuasan kalian akan bisa hancur sebagaimana Fir’aun”.

Kyai Khozin mengajak para ulama, tetap istiqomah berdakwah, dan yakinlah Allah SWT pasti akan menolong kita, janji Allah SWT dan bisyaroh Rasulullah sebentar lagi akan terwujud, tanda-tandanya itu kini sudah semakin nampak dari waktu ke waktu.

Kalam minal ulama selanjutnya disampaikan oleh, Ustad Abu Fahkri, Majlis Uyunul Ummah, Sumenep, Madura, “Allah SWT memerintahkan kepada kaum muslimin untuk masuk ke dalam Islam secara kaffah. Tidak hanya dalam masalah ibadah, namun juga dalam seluruh aspek kehidupan dunia, pemerintahan, muamalah dan sebagainya”.

“Allah pun memerintahkan umat Islam untuk berhukum dengan hukum syariah yang telah diturunkan oleh Allah, jika tidak maka kita dihukumi sebagai orang kafir, dhalim, fasik. Pelaksanaan syariah Islam secara kaffah perlu adanya institusi atau negara yang akan melaksanakannya, karena jika tidak maka tidak akan bisa terlaksana, maka menjadi wajib hadirnya khilafah sebagai institusi pelaksana syariah kaffah. Khilafah merupakan tajul furud, mahkotanya kewajiban”, tegas ulama dari Madura ini.

Karenanya para ulama harus bersama-sama melaksanakan kewajiban ini dengan berjuang secara sungguh-sungguh untuk mendakwah khilafah agar janji Allah dan bisyaroh Rasulullah bisa terwujud.

Kalam minal ulama dari kota wali diwakili oleh, Kyai Fathurahman, S.Ag, Pengasuh Majlis Al Qolam Gresik. Beliau sampaikan, “Dalam pemerintahan Islam, konstitusinya adalah AlQuran dan As Sunnah. Maka ketika terjadi persoalan hidup dikembalikan kepada bagaimana AlQuran dan As Sunnah memberikan panduan untuk menyelesaikannya”, ungkap Kyai Fathurahman mengawali kalimah minal ulama dalam multaqa ulama aswaja Surabaya Raya, Sabtu Malam, 25/7/2020.

Oleh karena itu, jika ada orang, ada ulama yang menentang pelaksanaan syariah Islam, perlu dipertanyakan keimanannya. Bagaimana bisa demikian, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berhukum dengan aturan yang telah ditetapkan Allah SWT.

Sementara, dari Sidoarjo, kalam minal ulama disampaikan oleh KH. Abdul Aziz. Beliau mengawali dengan berkisah tentang kejayaan khilafah islam yang telah memimpin dunia lebih dari 13 abad, dan telah melahirkan peradaban dunia yang agung yang masih dikenang hingga sekarang. Sementara peradaban kapitalis baru akan mencapai satu abad, itu pun sudah compang-camping mengatur dunia ini. Demikian juga dengan ideologi komunisme telah ambruk, tidak layak dijadikan penyelamat apalagi dijadikan sandaran untuk minta pertolongan.

Oleh karena itu, para ulama, kyai mari kita berjuang bersama-sama, untuk terus membimbing umat islam, memimpin umat menuju perubahan islam. Hanya dengan syariah Islam di bawah naungan khilafah umat ini akan mendapatkan kebahagian dan kesejahteraan sebagai mana pada masa lalu,pungkas Kyai Abdul Aziz.

Tepat pukul 22.30 multaqa berakhir dengan pembacaan doa oleh Kyai Abdul Aziz, Pengasuh Majlis Al Qalam, Gresik. Sebelumnya telah disampaikan pernyataan Sikap Ulama Aswaja Surabaya Raya oleh Ra In’am Anis, ulama Aswaja Madura.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …