Hanya Dengan Khilafah Syariat Allah SWT Bisa Terapkan Secara Kaffah

Gresik, (shautululama) – 21 Desember 2019, Kajian rutin Majelis Taqarrub Ilallah Gresik bersama Kyai Abdul Aziz di kediaman Kyai Abdul Latif, S.Pd.I kembali digelar, dengan mengangkat tema “Khilafah Legal kenapa Kok Dijegal”.

Acara dibuka dengan pembacaan istighosah dan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Abdul Latif. Lalu dilanjutkan pemamparan materi oleh Kyai Abdul Aziz. Suasana sangat khidmat karna Jamaah yang hadir sangat antusias mendengarkannya.

Dalam tausiyahnya Kyai Abdul aziz menyampaikan bahwa derita Uighur merupakan nestapa seluruh umat Islam di penjuru Dunia. Meski jumlah kaum muslimin 1,5 milyar dan memiliki puluhan juta tentara dengan persenjataan lengkap, tetapi tidak bisa membebaskan penindasan dan pembantaian terhadap etnis muslim.

Fakta terjadinya genosida di Uighur, Rohingya, Kashmir, Checnya dan Palestina atau negeri-negeri lainnya menjadi bukti nyata penjajahan ketika kaum muslim minoritas.

Meski ada PBB dengan Dewan Keamanannya, atau ada negara super power yang menjadi polisi dunia, tetap saja ketika yang menjadi obyek adalah kaum muslim mereka seakan menutup mata atau membiarkan.

Bahkan para penguasa di negeri–negeri muslim pun bungkam dan diam, atau hanya sekadar mengecam, tidak berani memberikan kebijakan secara politik.

Diamnya para penguasa negeri kaum muslim dikarenakan sandera dan kepentiingan politik global oleh rakusnya para kapitalis, dan kejinya kaum komunis serta sekat nasionalisme.

Virus sekulerisme dan liberalisme telah menggerogoti aqidah umat Islam mengakibatkan pola hidup umat Islam menjadi individualis dan hedonis.

Lalu Kyai Abdul Aziz menjelaskan Surat Al Alaq ayat 11–14. Bahwa ayat ini diturunkan khusus kepada orang yang sangat keras permusuhanya terhadap baginda Rasul SAW.

Orang yang dimaksud adalah Amr bin Hisyam atau yang dikenal dengan sebutan Abu Jahal (bapaknya Kebodohan). Hal ini dikarenakan begitu kerasnya Abu Jahal dalam menentang dan melarang Rasul SAW untuk berdakwah mengajak untuk tunduk dan bertaqwa kepada Allah SWT. Meski tahu bahwa apa yang dilakukan oleh baginda Rasul Saw tanpa pamrih kekuasaan, jabatan ataupun harta.

Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan diskusi dan menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan jamaah; pertama; kalau khilafah dalam Islam itu ajaran resmi, kenapa penguasa sekarang ingin membasmi?.

Kedua; apa untungnya kalau ajaran tentang khilafah masih ada, dan apa ruginya kalau khilafah itu dihilangkan dari ajaran Islam?
Ketiga; umat Islam terus menjadi obyek penindasan orang-orang kafir dan tidak ada yang melindungi ketika jumlahnya minoritas meski ada Organisasi OKI atau bahkan Dewan Keamanan PBB, apa hal ini ada keterkaitan dengan tidak diterapkannya Sistem Khilafah saat ini?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut satu per satu diuraikan dan dijawab secara rinci oleh Kyai Abdul Aziz. Bahwasanya memang khilafah adalah ajaran resmi dalam Islam perkara ada yang ingin membasmi itu sudah sunattullah sebagaimana sejak jamannya para Nabi. Ada yang senantiasa mengikuti perintah wahyu. Dan ada yang menuruti Hawa Nafsu yang tak lain adalah menghalangi orang tunduk dan taat kepada Allah Swt.

Jadi kalau sekarang ada yang ingin menghapus ajaran Islam entah Khilafah atau lainnya maka mereka hanya menggantikan peran para penguasa masa lampau sebagaimana Namrut, Fir’aun, Jalut, dan Abu Jahal.

Terkait pertanyaan tentang Untung dan Ruginya ajaran khilafah. Beliau menegaskan bahwa seluruh Syariat Islam kalau diterapkan merupakan bagian dari ibadah seorang hamba yang akan memberikan jaminan kemuliaan di dunia dan lebih – lebih di akhirat. Maka ketika dilaksanakan akan meraih kenikmatan syurga sedangkan ketika ditinggalkan akan dibalas dengan azab di Neraka.

Dan untuk pertanyaan yang ketiga dengan tegas beliau menjawab, bahwa tidak adanya institusi Khilafah lah yang menjadi akar permasalahan. Sehingga orang – orang kafir berani melakukan penindasan dan penyiksaan bahkan pembantaian kepada kaum Muslim. Berdalih Radikalisme atau terorisme para kafir barat beserta ant

ek mereka secara sewenang – wenang melalukan intimidasi dan persekusi. Hal ini dilakukan untuk mengokohkan cengkraman negara kafir barat untuk menjarah dan mengekploitasi kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh kaum muslim. sehingga dengan berbagai cara mereka menghalang -halangi tegaknya kembali khilafah yang akan menjadi perisai kaum muslimin. Pungkas Kyai Abdul Aziz.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Iffin Masrukhan selaku pengasuh MT. Tanbighul Ghofilin yang menyempatkan hadir di acara Kajian majelis taqarrub Ilallah malam ini. Lalu dilanjutkan ramah tamah dan foto bersama untuk menguatkan ukhuwah para jamaah yang hadir.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *