Halal bi Halal Ulama Aswaja dengan Masyarakat, “Saatnya Khilafah Menggantikan Kedzaliman dan Kediktatoran”

Kediri, Jatim (shautululama) – Allhamdulillah, Ahad 23 Juni 2019 berlangsung Liqo’ Syawal dan Halal Bi Halal sukses terselenggara habis Isyak, bertempat di kediaman K.H Ahmad Djauhari.

Kegiatan keislaman sebagai silah ukhuwah antar elemen masyarakat, dan sebagai sarana dakwah serta perjuangan.

Acara halal bihalal ini juga bertepatan dengan walimatul aqiqah cucu K.H Ahmad Djauhari yang ketigabelas. Turut hadir para ulama, tokoh masyarakat, dan para santri jamaah tauhid yang beliau pimpin.

Sambutan disampaikan oleh K.H Ahmad Djauhari selaku shohibul bait. “Menjaga silaturrahmi itu mampu mengantar ke syurga Allah, begitu pula orang yang memutus silaturrahmi maka pintu surga akan tertutup”, tutur beliau.

Beliau juga menyampaikan pentingnya para ulama untuk tetep peduli atas urusan umat dan tidak terlena terhadap urusan dunia yang melenakan.

Tidak lupa beliau menyampaikan ucapan terimakasih terhadap kehadiraan tamu undangan sekaligus meminta doa agar cucunya menjadi anak yang shalihah.Taat pada Allah dan RasulNya dan berbakti pada orangtua serta berguna bagi agama.

Taushiyah disampaikan oleh Ustadz Muzammil, mengawali ceramah beliau memohon agar amalan kita selama bulan Ramadhan diterima Allah SWT, kembali fitri dengan menjalankan seluruh syariatNya.

Sebelum masuk ke materi inti beliau juga menjelaskan sebuah tayangan film pendek tentang almarhum mantan presiden Mesir Mursi.
”Barat tentu tidak ingin syariat Islam tegak di bumi Mesir, meskipun kemenangan Presiden Mursi sudah sesuai demokrasi tetapi jika meninginkan syariat maka Barat pasti tidak setuju. Sehingga perjuangan melalui demokrasi bagi umat Islam adalah sesuatu yang mustahil.

“Sudah selayaknya umat Islam menyontoh Rasulullah dalam perjuangan menegakkan agamaNya”, tegas beliau.

Beliau menjelaskan pula tentang hadis riwayat Ahmad dan Al Bazar tentang periode masa kekuasaan yang ada di dunia.
Pertama, adalah masa kenabian atas ijin Allah masa itu pun akan berakhir.
Kedua, masa Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.
Ketiga, ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim. Kekuasaan zalim yang dimaksud adalah penguasa banyak melakukan kezaliman secara individu tetapi pelayanan umat tetap menggunakan syariat Islam.
Keempat, kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan. Inilah masa sekarang dimana umat bisa merasakan bahwa penguasa hanya memetingkan golongannya. Acuh terhadap urusan umat. Menghalangi dakwah dengan maraknya persekusi. Serta ketidakadilan hukum yang dipertontonkan secara nyata. “In sha Allah setelah masa ini akan ada masa Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian, khilafah bukan hanya kewajiban dan janji Allah tetapi juga solusi atas bobroknya penerapan sistem kapitalisme dan sosialisme”, tegas beliau.

Di akhir acara semua perserta makan bersama, lalu dilanjutkan dengan bersalam-salaman dan foto bersama.

 

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *