Halal bi Halal Ulama Aswaja Blitar: Penerapan Demokrasi Liberal Hancurkan Bangsa dan Negara, Khilafah Obatnya!

Blitar (shautululama.com)–Halal bi Halal Ulama Ahlu Sunah Wal Jamaah Blitar Ahad pagi (8/7/2018). Acara ini terselengara bekerja sama dengan Rotibul Haddad Blitar di Lembaga Pendidikan Islam Khairul Ummah Ponggok Blitar. Seratusan ulama dan asatidz menghadiri acara tersebut di tengah cuaca yang cukup dingin pagi ini.

Selepas pembacaan dzikir rotibul haddad acara dilanjutkan dengan taushiyah. Tercatat ada 3 pembicara. Pembicara pertama, Kyai Sahal, menyerukan bahwa keimanan terhadap Alloh dan Rosulnya perlu pembuktian yaitu ketaatan total terhadap seluruh hukum-Nya dan tidak memilah dan memilih syariatNya.

“Perlu ada kesadaran wajibnya mendakwahkan kebenaran ajaran Islam dan penerapannya secara utuh dengan jalan satu-satunya yaitu dalam bingkai khilafah. Itulah cara agar Islam yang rahmatan lil alamin bisa mewujud,” pungkasnya.

Selanjutnya Abah Jufri, pembicara kedua, menyatakan keprihatinannya atas fenomena diadu dombanya umat Islam atas kepentingan-kepentingan sesaat hingga melupakan ukhuwah Islamiyah. Beliau menyayangkan kaum muslimin yang banyak melupakan perjuangan ulama terdahulu untuk memerdekakan negeri ini dan menjadikan syariat Islam sebagai pedoman hidup bernegara.

“Kenyataannya saat ini penerapan sistem demokrasi telah melemahkan bangsa dan negara. Solusinya adalah dengan mengembalikan khilafah sesuai metode kenabian seperti yang telah dibisyarohkan Rasulullah SAW,” tegasnya.

Terakhir, Ustadz H. Ali Syafiudin mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat iman dan Islam dengan terus memeliharaindahnya ukhuwah islamiyah di tengah kehidupan sekularistik, materialistis, hedonis dan liberal yang nyata-nyata telah menghadirkan berbagai kemudharatan terhadap umat.

“Umat Islam tetap optimis dan istiqomah mendakwahkan Islam meski banyak hambatan dengan syarat harus ikhlas dan sesuai contoh Rasulullah dan itu hanya bisa terwujud jika umat ini rela atas seluruh syariat Alloh. Umat juga harus mewaspadai upaya dan propaganda untuk mereduksi dan memanipulasi ajaran islam,” serunya.

Tambahnya, bahwa Syariat tak pernah berubah justru masyarakat yang harus terikat dengan syariat dalam hidup dan kehidupannya, bukan merubah-ubah syariat sesuai selera dan keinginannya. Acara diakhiri dengan doa dan tamah tamah.[hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *