Halal Bi Halal Ponpes Miftahul Khoir: Tidak Boleh Mundur Selangkah pun Menegakkan Khilafah

Bandar Lampung (shautululama.com)—Ahad (8/7/2018) acara Halal bi halal di Pondok pesantren Miftahul Khoir, Kecamatan Sukarame Bandar Lampung. Bersama Ulama dan Tokoh, dengan tema “Kembali Ke Fitrah Kembali Ke Ajaran Ahlus sunnah Wal Jama’ah” berlangsung lancar.

Acara dimulai pukul 20.30 WIB, masih dalam suasana Syawal. Dihardiri banyak Ulama, Tokoh masyarakat, dan santri. Turut hadir Ustadz Muhammad Ja’far Ma’ruf (Pengajar PP. Miftahul Khoir), Ustadz Abdul Latif Al-Haqoni (PP. Al-Mursin, Kota Bumi), Drs. Asmadi (Tokoh Masyarakat Sukarame, B. Lampung), Ustadz Candra Alamanda, Sag (Ketua Badan Kepengurusan Pemuda Remaja Masjid “BKRISMA” B. Lampung).

Acara dipandu oleh ananda Fikri Al-Ghifari, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Rakish Al-Hazen. Sambutan langsung dari shahibul bait disampaikan oleh Al-Mukarom KH. Yusron Hamid yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Khoir.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa saat ini gerakan dakwah semakin hari semakin di bungkam oleh rezim, bahkan ada yang telah dibubarkan. Menyikapi hal itu kita sebagai pengemban dakwah tidak boleh mundur satu langkah pun.

Acara dilanjutkan dengan berdialaog. Pemateri yang pertama yaitu, Ustadz Anas Gufron, Sag (Tokoh Masyarakat Sukarame). Topik “Islam Nusantara” menjadi tema diskusi Ustadz Anas Gufron, Sag.

“Tidak ada yang namanya Islam Nusantara, Islam moderat, Islam Radikal, yang ada hanya Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Umat Islam adalah Umat Terbaik, dengan cara menyeru kepada kema’rufan dan mencegah dari kemunkaran. Jika saat ini Umat Islam ditekan oleh rezim, maka kita harus melawan,”tandasnya.

Adapun Al-Ustadz Bustomi Al-Jawiy S.Pdi (Sekjen Forum Komunikasi Ulama Aswaja Lampung). Beliau menyampaikan bahwa pemerintah hari ini dzalim, karena tidak menerapkan hukum-hukum Allah SWT. Musuh-musuh Islam sedang gencar ingin memisahkan Umat Islam dengan Islamnya, dengan Ulamanya.

“Islam Nusantara adalah sebuah pengaburan agar Umat Islam menuruti apa yang di inginkan oleh musuh-musuh Islam. Dan bila ada yang mengatakan Al-Qur’an adalah dokumen sejarah, itu artinya dia telah keluar dari Ahlus sunnah Wal Jama’ah”,tandasnya.

Lanjut Ustadz Bustomi Al-Jawiy S.Pdi, sebagai Umat Islam kita harus tahu bahwa Khilafah adalah ajaran Ahlus sunnah Wal Jama’ah. Dan Umat Islam wajib untuk memperjuangkan hukum-hukum Allah SWT, dengan tegaknya Syariah dan Khilafah di muka bumi ini. Ujar beliau.

Pukul 22.20 WIB acara Halal bi Halal telah selesai, dan dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama. [Bg/hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *