Halal Bi Halal PonPes. Bahrul Ulum Jember: Jangan Pilih Pemimpin Dzalim yang Mengkriminalisasi Ulama

Jember (shautululama.com) — PP. Bahrul Ulum, Tanggul, Jember, mengadakan acara Halal Bi Halal dan Silaturahmi, pada Rabu (18/7/2018) dihadiri tidak kurang dari 60 peserta. Acara dibuka dengan tilawah Al-Qur’an oleh santri dan dilanjutkan dengan hadrah para santri PP. Bahrul Ulum yang melantunkan Shalawat Nabi, para peserta pun ikut melantunkannya.

Kyai Abdul Karim, sebagai pengasuh PP. Bahrul Ulum memberikan sambutan sekaligus memberikan nasehat kepada para hadirin. Nasehatnya terutama dalam masalah memilih jama’ah dakwah yang harus diteliti dulu sebelum mengikutinya.

KH. Bachri, salah satu Kyai dan tokoh masyarakat Mumbulsari Jember menjadi tamu undangan sekaligus diminta memberikan ceramah pada acara itu bersama Gus Mahmud Baedowi, putra Kyai Karim serta Ustadz Rofik, salah satu Ustadz di Tanggul Jember

“Umat islam harus mengikuti syariat Islam secara kaffah. Contoh beberapa hukum islam yang belum terapkan oleh kaum muslimin di Indonesia, salah satunya hukum qishos,” ungkap Gus Mahmud Baedowi

Ustadz Rofik menjadi penceramah kedua menyampaikan bahwa sesungguhnya seluruh hukum itu dari Allah. Tidak boleh kaum muslimin memakai hukum sendiri. Karena hanya Allah yang berhak membuat hukum untuk mengurusi urusan manusia.

KH. Muhammad Bachri menjadi penceramah terakhir, beliau menyampaikan bahwa usia beliau saat ini adalah 84 tahun dan masih tetap semangat menyampaikan dakwah dimana-mana. KH. Bachri menyampaikan soal hadits Rasulullah soal 5 zaman, yakni Masa Rasululullah, masa Sahabat, masa penguasa zhalim, masa penguasa diktator yang saat ini kaum muslimin alami, dan terkahir masa Khilafah ‘ala min hajin nubuwwah yang sebentar lagi akan datang. Karenanya KH. Bachri mengajak semua yang hadir untuk berjuang untuk tegaknya masa terakhir, yakni masa Khilafah.

“Tahun 2019 kaum muslimin jangan sampai memilih pemimpin zhalim, yang suka mengkriminalisasi ulama. Termasuk jika ada yang memberikan uang sogokan untuk memilih pada Pilpres.”

Terakhir, do’a disampaikan oleh Ustadz Syamsul, namun sebelumnya beliau menegaskan bahwa menegakkan Islam Kaffah adalah wajib. Acara berakhir pada 21.30 WIB.[hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *