Halal bi Halal dan Ijtima Ulama Banyumas Raya : 2019, Indonesia Harus Menjadi Negara Bertaqwa Penerap Syariah Kaffah

Banyumas (shautululama.com) — Memanfaatkan momentum Syawal 1439 H. Kyai Muhlisin, Pengasuh Ponpes Raudhatul Ummah Panggisari Banjarnegara, bersilaturahmi dengan mengundang sejumlah ulama, tokoh dan aktivis Islam serta masyarakat sekitar dalam acara Ijtima dan Halal bi Halal Ulama, Tokoh dan Masyarakat se- Banyumas Raya.

Acara pada Ahad (8/7/2018) berlangsung khidmat dan dihadiri oleh ratusan peserta tokoh, ulama, dan aktivis islam serta masyarakat sekitar. Turut hadir dalam acara ini Kyai Musbihin dari Majenang, KH. Akhmad Kamal Ismail dan Ust. H. Kasyoto AN dari Purbalingga, Kyai Anshor dan Ust. Hanif dari Purwokerto, Ust. H. Jamaludin dari Cilacap, Ust. Sukarno Salim dan Bapak Kades Dermasari Syiyamdi El Fikri dari Banjarnegara serta beberapa tokoh lainnya.

Acara diawali dengan pembacaan Kalam illahi dan dilanjutkan dengan kalimat iftitah oleh Kyai Muhlisin dan tausiyah Syawal yang disampaikan oleh KH. Ainul Yaqin dari Yayasan Ukhuwah Islamiyyah Semarang.

“Dan puncak dari ketaqwaan adalah manakala negara atau penguasa juga bertaqwa. Yaitu dengan menjalankan syariah Islam untuk mengatur kehidupan. Dengan begitu keberkahan pun akan dibukakan oleh Allah SWT manakala penduduk satu negeri beriman dan bertakwa sebagaimana dijanjikan oleh Allah SWT dalam Qur’an surat A’raf ayat 96.”

Seusai tausiyah, acara dilanjutkan dengan penyampaian Kalimah hikmah dari perwakilan Ulama dan tokoh dari masing-masing daerah.

KH. Akhmad Kamal Ismail (Penasehat MUI dan Imam dan Khotib Masjid Agung Purbalingga) memberikan wejangan bahwa ulama itu ada dua : ulama mulus dan ulama fulus. Ulama mulus artinya tahan dari godaan harta dan tidak mau menjual agama. Sementara ulama fulus adalah mereka yang menjual agama dengan secuil dunia

“Di tahun 2019 perlu ada perubahan ke arah yang lebih baik. Yaitu Indonesia menjadi negara yang bertaqwa dengan diterapkannya syariah Islam secara kaffah,” serunya.

Hal senada juga disampaikan oleh ustd. H. Jamaludin, pengasuh puluhan MT di Cilacap dan Ustd. Sukarno Salim dari Syarikat Islam Indonesia Banjarnegara yang menegaskan bahwa Khilafah adalah satu-satunya jalan untuk menerapkan ajaran Islam secara total. Karena kebaikan Islam tidak bisa kita rasakan manakala hanya satu atau beberapa hukum syariat saja yang dijalankan sementara hukum syariat yang lain ditinggalkan, Karena kebaikan dalam Islam tidak lah berdiri sendiri namun ditopang oleh hukum syariat lainnya

Di penghujung acara dan dalam rangka memelihara dan menyempurnakan ketaqwaan kepada Allah SWT pasca Ramadhan, maka kami para tokoh dan ulama se-Banyumas Raya dalam momentum halal bi halal ini menyatakan :

1. Bahwa tindakan terorisme bukan ajaran Islam dan bertentangan dengan syariat Islam. Sementara khilafah adalah ajaran Islam, lebih khusus lagi adalah ajaran ahlussunah wal jamaah.

2. Menolak segala macam stigmatisasi negatif kepada ajaran khilafah dan menolak segala macam upaya untuk mengkaitkan terorisme dengan ajaran khilafah sebab ajaran khilafah adalah ajaran yang mulia dan satu-satunya jalan untuk mewujudkan islam yang Rahmat lil ‘alamin.

3. Ulama sebagai pewaris nabi harus memiliki keteguhan dan kesabaran dalam perjuangan Islam ini.

4. Menyeru kepada seluruh ulama, tokoh dan Umat Islam seluruhnya untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyyah, Istiqomah dalam da’wah Islam dan mengingatkan untuk waspada, tahun 2019 umat tidak boleh jatuh ke lubang yang sama.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Al mukarrom ustad Hanif dengan penuh khusyu’ yang diamini oleh seluruh hadirin sembari berharap semoga pintu langit terbuka untuk segera Allah SWT turunkan pertolonganNya dengan tegaknya kembali syariah dan khilafah. Allahu Akbar! [ARH/hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *