FUIB Surabaya Gelar Tabligh Akbar Muharram: Harapan Penerapan Syariah Islam Kaffah Bisa Terwujud dengan Khikafah

Surabaya –Forum Umat Islam Bersatu Surabaya (FUIBS) dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1440 H pada Selasa (11/9) menggelar Tabligh Akbar dengan tema “Hijrah Menuju Islam Kaffah”.

Acara yang diselenggarakan di Masjid Al-Ikhlas Surabaya ini dihadiri sekitar 1.000 orang peserta dari kalangan ulama, santri, jamaah majelis taklim dan tokoh ormas Islam Surabaya.

Shohibul Fadhilah Al-Mukarram Ustadz H. Abdul Kholiq selaku Ketua FUIBS menegaskan bahwa salah satu hikmah hijrah Nabi SAW adalah mempersatukan umat. “Mari kita satukan barisan umat saat ini. Barang siapa membela agama Allah, pasti Allah akan membela kita.”

Acara Tabligh Akbar ini diisi taushiyyah para ulama dan tokoh ormas Islam antara lain: KH. Abd. Ghozin, Pengasuh Pesantren Daarul Haafidzin Surabaya, Ustadz Saifudin B., SH.I, Pengasuh Majelis Taklim Al-Hikmah Surabaya, Ustadz H.M. Yunus, GUIB MUI Jawa Timur, Ustadz Zakaria Anshori, Front Santri Indonesia, FPI, Dr. Lukman Atmaja, Akademisi Surabaya, Ustadz Muhamad Ismail dan Ustadz H. Ali Tamam MPd.I, FKU Aswaja Surabaya.

Al-Mukarram KH. Abd. Ghozin mengingatkan, saat agama Islam dilecehkan, Rasulullah SAW maju ke depan. Saat ini Islam banyak didzalimi dan diboikot. Momentum Tahun Baru Hijriyah ini harus ada perubahan menuju al-khairat.

Sementara Al-Mukarram Al Ustadz Saifudin B., SH.I dalam tausiyahnya mengajak para jamaah untuk terus berdakwah meski saat ini banyak terjadi persekusi ulama dan pejuang Islam.

“Umat harus bergerak menuju perubahan. Kalau ulama dan umat tidak bergerak, menyalahi fitrah beragama”.

Lanjutnya, upaya ulama mencerdaskan umat melalui dakwah tidak menyalahi aturan. Bahkan undang-undang menjamin kebebasan berpendapat. Saat ini ada tebang pilih. Ada upaya membungkam kebangkitan Islam. Janganlah kita takut, janganlah kita kecil hati. Tunggulah saatnya kebangkitan Islam karena Allah sudah berjanji.

Dalam acara ini juga dibentangkan panji hitam bertuliskan kalimat tauhid Laa Ilaha Illa Allah. Al-Mukarram Al Ustadz Suhail Abu Faiq selaku pemandu acara, menegaskan bahwa panji tauhid ini adalah Ar-Rayah, panji Rasulullah SAW, panji umat Islam.

Al-Mukarram Al Ustadz H. Mohammad Yunus dari GUIB Jawa Timur mengajak jamaah untuk saling menghargai antar kelompok.

“Kondisi saat ini, perlu mensiasati. Jangan sampai terjadi benturan-benturan. Indonesia multi etnik, ”ujarnya.

Selain itu beliau juga menegaskan umat Islam sebagai umat terbaik sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 110 karena umat Islam melaksanakan amar makruf, nahi mungkar dan beriman kepada Allah. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk mempererat ukhuwah. “Marilah Tahun Baru Hijriyah ini kita jadikan momentum mempererat ukhuwah Islamiyyah.”

Al-Mukarram Al Ustadz Muhammad Ismail menjelaskan bahwa dulu Rasulullah SAW berdakwah dipersekusi, sekarangpun banyak ulama berdakwah dipersekusi. Zaman jahiliyah dulu terjadi praktek ribawi, saat inipun transaksi ribawi menjadi tulang punggung perekonomian bangsa.

“Mari kita tetap istiqomah berjuang di tengah kondisi Islam yang dimonsterisasi. Sampaikan ke penguasa tentang Islam Kaffah. Dakwah menyampaikan syariah Islam adalah solusi, bukan merongrong negara. Mari jadikan momentum tahun baru hijriyah ini sebagai momentum perubahan menuju penerapan sistem Islam,” tegasnya.

Acara dipungkasi dengan doa. Harapannya penerapan syariah Islam kaffah bisa diwujudkan dengan khilafah. [hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Ulama Aswaja Palu Sulteng, Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Melegalkan Seks Bebas

Palu, Sulteng (Shautululama) – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permen Dikbudristek) Nomor 30 Tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *