FORUM SILATURAHMI ULAMA DAN TOKOH “SURYA KUTHAGEDE” : Waspadai Upaya Kriminalisasi dan Demonologi Ide Khilafah

0
689

FORUM SILATURAHMI ULAMA DAN TOKOH “SURYA KUTHAGEDE” : Waspadai Upaya Kriminalisasi dan Demonologi Ide Khilafah

Yogyakarta (shautululama.com)– Ulama dan tokoh masyarakat di wilayah Kuthagede (Kotagede, Yogyakarta) dan sekitarnya menggelar Forum Silaturahmi Ulama dan Tokoh “Surya Kuthagede” pada Sabtu, 9 Juni 2018.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Penyelenggaraan Forum Silaturahmi di wilayah Kotagede ini menjadi istimewa karena sejarah Kotagede sebagai pusat kota dan istana pemerintahan kerajaan Mataram Islam.

Penamaan “Surya Kuthagede” sendiri menjadi sebuah penanda agar para ulama dan tokoh masyarakat ini selalu dapat menjadi pelita bagi masyarakat pada umumnya, terutama di wilayah-wilayah yang hingga kini diyakini masih sebagai basis massa ummat Islam seperti Nitikan, Karangkajen, Kotagede, dan Kauman dan sekitarnya.

Forum silaturahmi ini diadakan dalam rangka menyampaikan sikap kritis terhadap kejadian yang menimpa negeri ini yaitu terkait upaya-upaya kriminalisasi dan demonologi ide Khilafah dan para pengembannya.

Upaya kriminalisasi dan demonologi ini tentu bertentangan dengan dalil-dalil dalam al-Qur’an dan Sunnah, dimana di dalamnya dijelaskan bahwa Khilafah merupakan ajaran Islam.

“‘Di sisi lain, istilah Khilafah dan Khalifah tersebut bukanlah merupakan buatan sahabat, fuqaha’, apalagi kelompok atau ormas Islam tertentu. Istilah Khilafah ini justru diperkenalkan sendiri oleh Baginda Rasulullah SAW”, tegas Ust. Ahmad Sudrajat (Khadim Majelis Sirah Shahabat) sebagai pemantik diskusi.

Dalam forum silaturahmi yang diselenggarakan di rumah salah seorang tokoh Kotagede yaitu Ust. Muhammad Danang Ramadhan (Koordinator Komunitas Rindu Islam), hadir pula Ust. Mulyadi (Sesepuh dan Muballigh Kotagede), Ust. Ichsan Wibowo (Pegiat Forum Studi Islam al-Quwwah), Ust. H. Rahmat Sumardi (Tokoh Masyarakat Nitikan), Ir. Hermawan (Aktivis Anti Maksiat Karangkajen), Ust. Samsulhadi (Muballigh), Ust. Rakidin (Muballigh), Ust. Jazim Ahmadi (Tim Penggerak Forum Ulama dan Tokoh Yogyakarta), Bpk. Tri Mardoyo, (Tokoh Masyarakat Umbulharjo), Bpk. Bambang Ismoyo (Tokoh Masyarakat Umbulharjo), Bpk. Widyanarto (Tokoh Masyarakat Umbulharjo), Bpk. Arif (Tokoh Masyarakat Bumen), Bpk. Maskandy Maika (Tokoh Masyarakat dan Jurnalis), Ust. Ari Sujarwo (Muballigh dan Akademisi) dan lainnya.

Antusiasme para ulama dan tokoh masyarakat yang hadir dalam acara ini cukup tinggi sehingga ruangan penuh sesak hingga luar ruangan.

“Tanpa adanya Khilafah, akan menjamur berbagai kemaksiatan bahkan di Karangkajen yang masih diyakini sebagai salah satu basis ummat Islam di Yogyakarta” tegas Ir. Hermawan.
Bpk. Tri Mardoyo pun menguatkan bahwa pentingnya persatuan di kalangan Kaum Muslimin termasuk yang belum paham Khilafah.

Di sisi lain, Bpk. Kandy mengatakan perlunya diselenggarakan forum-forum yang serupa sebagai tindak lanjut dari forum ini sehingga masyarakat lebih paham mengenai Khilafah.

Diskusi dalam forum silaturahmi tersebut berlangsung hangat, selain itu para ulama dan tokoh masyarakat bersepakat untuk membumikan ide Khilafah sehingga lebih dikenal dengan baik oleh masyarakat luas demi terwujudkan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Arif.

Forum ini ditutup dengan ramah tamah, buka bersama dan shalat Maghrib secara berjamaah. [iws]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here