FORUM KOMUNIKASI ULAMA ASWAJA KOTA MALANG MENEROPONG BENCANA YANG MELANDA TANAH AIR

Malang Jatim (shautululama) – “Pada awal tahun 2021 ini, kurang dari 2 bulan, negara ini di seluruh wilayah Indonesia, telah terjadi lebih dari 300 bencana, baik banjir, tanah longsor, puting beliung, gempa, dan lain sebagainya. Yang kita kemudian bertanya, sebagai apa bencana ini?” ujar Ustadz Tamyis Sa’ad (Forum Komunikasi Ulama Aswaja Kota Malang) dalam acara Multaqo Ulama Aswaja Malang Raya (14/2), yang dilangsungkan secara daring (lihat: https://youtu.be/MyjB-J27RqU).

“Tentu sebagai muslim, orang yang beriman, ada beberapa kemungkinan terjadinya bencana ini. Bisa jadi ini adalah ujian, tidak menutup kemungkinan bahwa ini adalah teguran dari Allah subhanahu wa ta’ala, atau bahkan ini adalah adzab bagi manusia dari Allah subhanahu wa ta’ala,” terangnya.

Ustadz Tamyis melanjutkan, bahwa dari kacamata ilmiah, terjadi debatable. Menurut pemerintah ini karena curah hujan yang tinggi, namun menurut LAPAN, dalam kurun 10 tahun ini, terjadi penurunan luas hutan, penurunan luas semak belukar, dan sebaliknya terjadi peningkatan luas perkebunan dan pertambangan. Sekitar 33% wilayah Kalimantan Selatan dikuasai oleh perusahaan tambang batu bara, sementara hampir mencapai 17 persen wilayah Kalimantan Selatan adalah perkebunan sawit.

“Sebagai orang beriman, yang meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam kacamata timbangan keimanan, Allah subhanahu wa ta’ala jika ingin membinasakan sebuah negeri, itu adalah kehendak Allah, meskipun Allah subhanahu wa ta’ala tidak dzalim atas hambanya, sebagaimana Allah firmankan dalam Qu’an surat Al Isra’ ayat 16:

وَإِذَآ أَرَدْنَآ أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا۟ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا ٱلْقَوْلُ فَدَمَّرْنَٰهَا تَدْمِيرًا

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya,” kutipnya.

Ustadz Tamyis Sa’d kemudian mengingatkan realita bahwa pengelolaan SDA negeri ini di mata Allah merupakan kemaksiatan.

“Bahwa tambang itu telah dimiliki oleh swasta, lahan hutan itu telah dimiliki oleh individu atau korporasi, yang ini semuanya di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala, adalah bentuk kemaksiatan. Oleh karena itu, solusi pengelolaan SDA yang baik agar tidak dimonopoli oleh para pemilik modal atau para kapitalis tidak lain adalah kita harus kembali kepada aturan Allah, aturan Islam secara kaffah dalam pengelolaan alam ini.”

“Untuk itu, jika kita menginginkan rahmat, keberkahan meliputi seluruh manusia, bahkan seluruh alam, hanya akan terwujud dengan kembalinya kita mengatur seluruh aspek kehidupan ini dengan syariat Islam,” pungkasnya. [ard]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …