Forum Jalsah Ammah bersama Kyai & Ulama Mojokerto, “Khilafah Ajaran Islam, Sampaikan! Jangan Takut!”

Mojokerto, (shautululama) -Ahad, 3/2/19, Forum Jalsah Ammah bersama Kyai & Ulama kembali digelar di Mojokerto. Mengingatkan jamaah di tahun politik, tema yang diangkat adalah “Memilih pemimpin berkarakter Munafik, Bolehkah?”

12 Kyai dari Mojokerto, Kediri, Jombang, dan Surabaya hadir dalam acara yang digelar sejak pukul 06.00 pagi ini. Diantaranya Kyai Thoif, Kyai Joko Santoso dari Ponpes Al Mukhlisin Gondang, Kyai Fathoni dari Kediri, Kyai Heru Ilyasa, Kyai Sampurno, Kyai Maslikhan Trawas, Kyai Farid dari Ponpes Al Mimbar Jombang, Kyai Abdurahman dari Ponpes Al Anwar Puri, Kyai Qodhi’, Kyai Abdul Kholiq dari Forum Umat Islam Bersatu Surabaya, dan Kyai Aziz dari Front Pembela Islam.

Dalam Tausiyahnya Kyai Fathoni menyampaikan “Situasi politik saat ini perlu kita cermati sebagai mukmin, temanya memilih pemimpin berkarakter munafik bolehkah? Jawabannya jelas tidak boleh. Orang Munafik itu cirinya ada tiga jika berkata dia berbohong, jika berjanji tidak ditepati, Jika dipercaya dia Khianat. Hadistnya mutafa’ilaih Shahih Bukhori Muslim”

Dilanjutkan Kyai Qodhi’ menyoroti sikap politik dan koalisi yang sedang terjadi “Orang muslim boleh saling membantu syaratnya dibatasi untuk hal yang tidak melanggar syariat.
Koalisi dengan yang tidak ideologis, keinginan diurus dengan islam berkoalisi dengan yang diurus oleh liberalis tidak mungkin nyambung. Kerja sama harus dalam rangka menegakkan aqidah islam.

“Ideologi orang munafik ini jelas bukan Islam, mereka berusaha menipu Allah dan Kaum Muslimin, dalam salah satu ayat Al-Qur’an orang munafik disifati sebagai Hizbusyaiton

Dalam surat Ali Imron barangsiapa didunia mencari selain islam maka hukumnya tertolak dan dihari akhir termasuk golongan merugi”

Kalimatul ulama dari Kyai Maslikhan menegaskan “Rosululloh pernah bersabda “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya”

jadi pemimpin diri akan diminta pertanggungjawaban, jadi pemimpin kabupaten dimintai pertanggungjawaban, pemimpin negara akan dimintai pertanggung jawaban.

“Saya prihatin disatu sisi kalo pejuang islam ini banyak ditangkepi, kalo kelompok lain dibiarkan, ada lurah di Mojokerto di penjara”

Kyai Abdurahman dari ponpes Al Anwar menambahkan “Tadi sudah dijelaskan tentang orang munafik, saya menambahi saja orang munafik tapi yang kebangeten.
Orang Munafik itu memang jika ada dakwah, ada pengajian mereka menyumpal telinga tidak mau mendengar. Tapi ada orang munafik kebangetan yang kurang sabar gak hanya menutup telinga tapi pengajiannya dibubarkan”

Dengan bersemangat Kyai Abdul Kholiq, Forum Umat Islam Bersatu Surabaya, menyampaikan, “Jangan takut menyampaikan kebenaran, Khilafah itu ajaran islam sampaikan saja jangan takut”.

Kalau ditanya kenapa menyampaikan khilafah. Tanya balik apakah Khilafah itu ajaran islam. Kalau dia mengingkari berarti dia munafik.

Saya berterima kasih pada HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) Karena sudah mengenalkan bendera tauhid, benderanya kaum muslimin”

Shohibul Bait Kyai Heru Ilyasa menyampaikan, Rosul bersabda, “Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman”

Jika ingin memilih pemimpin juga begitu, para Kyai tidak akan sebut nama tapi bisa dilihat kisi kisinya. Dengan siapa dia berteman, dengan siapa dia bergaul, dengan partai siapa dia berkoaliasi.

Jika terpampang dengan jelas dibaliho GASS POLL berkoalisi dengan partai yang menolak syariat islam, mendukung EL GE BE TE sudah jelas begitu pula sifatnya.”

Acara berlangsung khidmat ditutup doa oleh Kyai Sepuh Mojokerto, Kyai Thoif dan dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah tamah para kyai dengan Jamaah.(red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *