Forum Jalsah Ammah Ahlus sunnah wal jamaah Bandung Barat, Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban Islam

Bandung, (shautululama) – Dewan Kemakmuran/Keluarga Masjid (DKM) adalah sebuah organisasi terdekat dengan masyarakat, karena posisi organisasi tersebut selalu merekat erat dengan Masjid. Idealnya, sebuah masjid harus senantiasa menjadi rujukan setiap problematika yang umum terjadi di masyarakat masjid. Seperti kasus utang piutang, waris, pengurusan jenazah, penyaluran harta zakat, infak, serta shodaqoh, dan lain lain. Begitu pula masjid harus dijadikan titik tolak hijrah bagi ummat yang akan berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik.

Bertolak dari masalah tersebut, Forum Jalasah ‘Aammah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah mengadakan acara silaturahmi antar pengurus DKM se-wilayah kecamatan Ngamprah, Kab. Bandung Barat. Berlokasi di Rumah Makan Ikan Panggang Abah Ottey, acara diskusi berlangsung santai dan hangat. Acara diagendakan bertepatan pada hari Ahad 15 September 2019 pada pukul 12.30 hingga selesai. Habib Barli selaku pengasuh dari Forum Jalasah ‘Aammah Ahlu Sunnah wal Jama’ah membuka acara sekaligus menjadi pemateri pertama yang berbicara di acara tersebut. Dalam kesempatannya, Habib Barli mengangkat tema memaknai hijrah yang hakiki. “Hijrah Itu menjadikan manusia lebih giat dalam beribadah bukan malah makin giat dalam urusan keduniawian. Untuk urusan dunia secukupnya saja, asal seluruh kebutuhan dasar sudah terpenuhi,itu sudah cukup” salah satu pernyataan beliau pada sesi tersebut.

Pemateri selanjutnya adalah Ustadz Moekti Candra, Beliau adalah Founder Paguyuban Artis Taubat dan beliau juga merupakan adik kandung dari Almarhun Ustadz Hary Moekti. Dalam pemaparanya yang didahului dengan riwayat singkat beliau tentang masa lalunya yang penuh dengan aktifitas yang jauh dari Allah hingga sekarang menjadi bagian pengemban dakwah Islam Kaaffah. Beliau mengutip sebuah ayat dalam Al Qur’an pada surat Ar-Ra’d ayat ke 13 yang terjemahnya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (TQS. Ar-Ra’d [13]: 11).

“Dengan syariah Islam Pasti jadi rahmat, upaya menolak syariat Islam sama dengan menutup diri dan menghalangi rahmat Allah bagi seluruh alam.” Ujar beliau dalam salah satu pemaparannya.

Sebelum acara ditutup, peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan kepada pada narasumber. Peserta cukup antusian dalam mengajukan pertanyaan. Acara ditutup menjelang Ashar dengan ramah tamah tuan rumah sambil menyantap hidangan sate kambing special RM. Ikan Panggang Abah Ottey dan berbagi akik.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *