FKU Aswaja Lampung, Bersama Ummat Kita Padamkam OBOR China

Bandar Lampung, (shautululama) – Forum Komunikasi Ulama ( FKU) Ahlusunnah wal Jama’ah Lampung menggelar acara ” Mudzakaroh Ulama ASWAJA Lampung” yang bertajuk ” Tolak Penjajahan Gaya Baru China ‘OBOR’ One Belt One Road ” dilaksanakan pada pukul 09.00 bertempat di Pondok Pesantren Sabilul Musthofa, Warung Gunung – Jati Agung, Lampung Selatan, Sabtu (4/5/2019).

Narasumber pada acara ini adalah KH. Ahmad Romli, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Musthofa, KH. M. Sulthon, Ketua FKU Aswaja Lampung dan Pengasuh PP Jabal Nur, Kyai Bustomi Aljawy S.Pd.I., Sekjen FKU Aswaja Lampung, Kyai Bambang, Pengasuh PP Miftahul Huda 628, Ustadz Chandra Alamanda, Pengasuh Majelis Ta’lim Nurul Qur’an, dan sebagai shohibul hajah, Ustadz Dr. Diding Suhandy.

Tampak hadir pula ditengah-tengah para pembicara yaitu K.H Suyono selaku pengasuh pimpinan Rhoudotul Jannah, Kyai Baidhowi dari Tanjung Bintang, Kyai Jeje selaku pengasuh PP Miftahul Huda 628 dan K.H.Zamakhsyari pengasuh PP Sunanul Huda Natar Lamsel.

Acara dibuka oleh Mang Erwan selaku host, dilanjutkan pembacaan kalam ilahi oleh Ustadz Hafidz, serta sambutan dari shohibul bait, K.H. Ahmad Romli.

Diawali dari kisah perusahaan air minum tersohor yang berniat membeli sumber mata air di daerah Banten, sontak warga merasa kebingungan perlu di jual atau tidak mata air ini, toh ini adalah uang instan yang menggiurkan.

Kyai Romli melanjutkan bahwa warga tersebut kemudian mendatangi seorang ulama Kharismatik bernama Abuya Mufassir demi mendapatkan jawaban tentang permasalahan mata air ini.

“Mau tau jawaban Abuya Mufassir ? “ tanya beliau kepada peserta.

“Silahkan jual, jika kalian ingin tercatat oleh anak cucu kalian sebagai penghianat!“, tegas beliau memanaskan ghiroh para peserta mudzakaroh.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan latar belakang acara ini yang secara gamblang Dr. Diding Suhandy menjelaskan betapa bahayanya megaproyek ambisius China ini.

Beliau mengatakan bahwa proyek OBOR (One Belt One Road) ini berawal dari KTT pertama OBOR 2013, Xi jinping berniat membangkitkan kembali Jalur Sutra perdagangan antara Asia dan Eropa, istilah ‘Belt’ adalah jalur darat dan ‘Road’ adalah jalur maritim.

Diperlukan pembangunan infrastruktur besar-besaran dalam menyalakan api OBOR ini, dan tentu saja Indonesia, negeri kita tercinta ini masuk dalam jalur ambisius ini.

“Pada intinya adalah karena devisa China yang sangat besar, maka diinisiasikanlah proyek OBOR ini untuk kerjasama perdangangan, lebih tepatnya kerja sama untuk berhutang pada China, “ papar beliau.

Proyek OBOR ini sudah memakan korban yaitu negara Srilanka, karena tidak mampu membayar hutang proyek infrastruktur, negara tersebut harus rela pelabuhan strategis mereka diatur oleh Beijing selama 99 tahun, dan bukan tidak mungkin akan jatuh sepenuhnya ke tangan dingin XI jinping.

“Sayangnya, ketika umat diributkan dengan kecurangan pilpres, Proyek OBOR ini telah ditandatangani per-27 April 2019 sehingga Indonesia menjadi bagian dari 105 negara yang terjerat OBOR China, “ tegas beliau.

Terakhir beliau mengatakan bahwa Ulama bersama umat wajib menolak proyek OBOR China yang mengacak-acak negeri kita tercinta.

Pada sesi berikutnya Kyai Sulthon memaparkan bahwa kita jangan merasa aman terhadap orang kafir, lebih lebih negeri China kafir penjajah.

“Umat Islam wajib merebut kembali tanah-tanah yang diambil oleh negera-negara kafir penjajah dan umat Islam wajib mengusir China dengan proyek OBOR-nya agar umat tidak terus-terusan ditipu dan dijarah kekayaan negeri kita, takbir!“ tegas beliau yang disambut gema takbir dari peserta.

Narasumber berikutnya Kyai Bambang menjelaskan dengan analogi yang menarik tentang penjajahan.

“Komponen penjajahan itu dari dulu ya cuma tiga, yaitu; meneer, demang, dan pitung“, kata beliau.

Pada proyek OBOR meneernya adalah China, kidemang adalah penguasa penjilat meneer, dan pitungnya adalah gerakan perlawanan yang membongkar segala makar-makar meneer dan demang.

“Kita harus melawan segala bentuk penjajahan gaya baru seperti OBOR ini, karena umat ini akan hancur jika kita diam saja, terlebih lagi jika ulamanya pun diam, padamkan OBOR!“, pungkas beliau.

Berikutnya Ustadz Chandra mengatakan bahwa hanya orang-orang yang berpikiran jernih dan berhati bersih yang mampu melihat gelagat jahat negara-negara kafir penjajah.

“Sikap kita jelas tolak proyek OBOR, segera hukum para penghianat negeri yang menandatangani proyek OBOR ini“, tegas beliau.

Berikutnya Kyai Bustomi mengingatkan kepada para Ulama untuk selalu siaga, jangan lengah, selalu tersadar dengan pergerakan-pergerakan politik musuh-musuh Islam.

“Lihatlah, lengah sedikit Luhut sudah tanda tangan 23 proyek OBOR, “ tegas beliau.

Beliau melanjutkan bahwa rezim ini sangat zalim sehingga wajib lengser, tugas ulama berikutnya adalah
كلّا والله، لَتأْخُذنَّ على يدِ الظّالمِ ولَتئْطِرنَّه على الحقّ أطرًا، ولَتقْصُرنّه على الحقّ قصرًا، أو لَيضِبنَّ الله قُلوبَ بعضِكم بِبعْض ولَيلْعنَّكم كما لعَن بنى اسرائيل
Tidak, demi Allah, kalian harus menghentikan orang-orang dholim, kalian harus membelokkan mereka dari kedholiman menuju kebenaran dan kalian harus menahan mereka dalam kebajikan atau Allah akan mengunci hati sebagian kalian disebabkan oleh sebagian lainnya dan Allah akan melaknat kalian sebagaimana Allah telah melaknat Bani Isroil.

“Ulama harus menjadi garda terdepan dalam memimpin umat menuju perubahan, hancurkan proyek penjajahan gaya baru China, OBOR, “ pungkas beliau.

Acara yang dihadiri hampir ratusan Ulama ini mendekati akhir, para peserta berdiri saat mengikuti setiap ucapan Kyai Sulthon dalam pembacaan rekomendasi Ulama ASWAJA Lampung terkait OBOR , dilanjutkan pembacaan doa oleh Kyai Selamet Musta’in sesepuh dan tokoh masyarakat Lampung Timur yang kemudian para peserta melanjutkan menandatangani piagam rekomendasi Ulama serta foto bersama dan makan siang bersama sebelum sholat dzuhur berjama’ah. [rr]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Pernyataan Sikap Multaqa Ulama Bandung, Tolak Permendibudristek No. 30 Tahun 2021, Ganti Dengan Aturan Islam

Bandung, (shautululama) – Multaqo Ulama Aswaja Bandung, Sabtu, 27 november 2021 diselenggarakan secara daring via zoom …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *