Episode Baru Penahanan Despi

0
169

Kotabaru, (shautululama) -Sejak ditahan oleh Polres Kotabaru per tanggal 13 Juli 2020, Despianoor sempat dinyatakan bebas oleh Majelis Hakim yang dipimpin Christina Endarwati, pada 9 September 2020 lalu.

Namun belum lama menghirup udara kebebasan, aktivis Islam yang giat menyebarkan postingan motivasi dan dakwah di media sosial ini kembali ditahan oleh JPU dengan dakwaan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Humas PN Kotabaru sekaligus hakim anggota yang menyidangkan kasus Despi, Eko Mardani Indra Yus Simanjuntak menyampaikan kasus yang diperkarakan masih sama namun menggunakan nomor perkara baru.

“Ini masih kasus yang sama tapi kemarin kan eksepsi dikabulkan, keberatan tapi ada SPDP baru dari kejaksaan,” jelas Hakim Eko.

Ditambahkannya rangkaian sidang akan digelar sesuai urutan biasanya. “Nanti Senin ada penyampaian eksepsi secara tertulis dari penasihat hukum terdakwa, juga sudah disepakati juga tanggapan dari jaksa atas eksepsi yang disampaikan penasihat hukum.”

Sementara kuasa hukum Despianoor, Janif Zulfiqar dari LBH Pelita Umat akan mempelajari isi dakwaan dan memastikan mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU.

“Terkait dakwaan yang baru tadi kami akan pelajari, namun demikian kami sudah menyampaikan kepada majelis hakim bahwa kami akan mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan tersebut.” Jelas Janif pada konferensi pers usai persidangan.

Ia juga menyampaikan meskipun masih akan menyusun materi eksepsi, karena isi dakwaan baru mereka terima, tim kuasa hukum menekankan bahwa menyampaikan ide khilafah tidak bertentangan dengan undang-undang.

“Intinya dakwah menyampaikan gagasan, dan usulan untuk menegakkan syariah khilafah itu dilindungi oleh konstitusi, tidak boleh ada satupun yang mengkriminalkan dakwah syariah dan khilafah.”

Janif juga melanjutkan, “Bentuk apapun kriminalisasi nya pasti kami ajukan lewat eksepsi kami. Mau itu bentuk dakwaan, mau itu bentuk tuntutan pasti kami ajukan itu melalui perlawanan jalur hukum. Jadi kami tidak tinggal diam sebagai advokat. Kami memberikan pembelaan terbaik kami kepada umat islam, Despianoor dan dakwah syariah khilafah,” pungkas Janif Zulfiqar menutup konferensi pers.

Rencananya pada sidang-sidang selanjutnya persidangan Despianoor akan digelar setiap Senin dan Kamis secara virtual melalui media video call meeting.
[]