DZIKRA ISRA’ MI’RAJ DKM AT THOYYIBIN SUMENEP: “PARA ULAMA SEPAKAT KHILAFAH SEBAGAI SOLUSI PERMASALAHAN UMMAT”

Sumenep, Madura, (shautululama) – Semangat dan gelora perjuangan menyelimuti acara Dzikra Isra’ Mi’raj nabi di DKM At-Thoyyibin kecamatan Lenteng Sumenep. Kibaran Liwa’ dan Rayah yang diiringi oleh shalawat kepada Rasulullah SAW semakin mengobarkan semangat perjuangan. Para ulama, asatidz, dan lebih daru 300 kaum muslimin yang hadir begitu khidmat dan khusyu’ mengikuti rangkaian acara, (Ahad, 17/3/2019) –

Acara dimulai dengan sambutan Shohibul Bayt yang disampaikan oleh K Nuruddin selaku ketua Takmir Masjid Atthayyibin. Beliau menyampaikan betapa penting dan wajibnya kaum muslimin selalu mengikuti Sunnah Rasulullah dan mengambil metode perjuangannya dalam menegakkan Islam.

Acara dilanjutkan dengan Kalimat Iftitah yanh disampaikan oleh Pengasuh MT Uyunul Ummah Ustadz Abu Fakhri. Beliau menyampaikan beberapa peristiwa yang terjadi di bulan rajab.

“Selain peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Bulan Rajab telah menjadi saksi sejarah berbagai peristiwa yang dialami oleh umat Islam. Pembebasan Palestina oleh Shalahuddin Al Ayyubi dari tangan kaum salib terjadi di bulan Rajab.” tegas Abu Fakhri.

“Demikian pula bulan Rajab telah terjadi peristiwa besar yakni runtuhnya khilafah Islamiyyah di Turki pada tanggal 28 Rajab tahun 1342 H. Bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924 M. Sejak saat itu hingga hari ini umat Islam tak lagi memiliki perisai yang bisa melindungi jiwa dan kehormatan nya. Peristiwa terbaru adalah pembantaian umat Islam oleh kafir teroris di Selandia baru. Kaum muslimin disana ditembak dengan sadis saat mereka melaksanakan shalat Jum’at,” lanjut beliau.

Usai Kalimat Iftitah, acara dilanjut
kan dengan Kalimah Minal Ulama’. Kesempatan Pembicara Pertama kali disampaikan oleh KH Ahmad Danniji Pengasuh MT Al-Hidayah Sumenep. Dalam tausiyahnyanya, beliau menyampaikan bahwa tidak adanya khilafah maka berbagai problem selalu menimpa kaum muslimin hingga saat ini. Oleh karena itu, mari umat bahu membahu menegakkan khilafah – agar syari’ah Allah kembali bisa diterapkan di bumi secara kaffah,” ajak beliau kepada hadirin.

K Rosyidi Harits, pengasuh MT Sabilal Muhtadin sebagai Pembicara kedua mengajak seluruh hadirin utk berbuat dan berjuang. “Mari kita berbuat dan berjuang demi kebaikan dan kemuliaan Islam. Syariah Islam harus menjadi landasan bagi pribadi, keluarga maupun negara. Dengan demikian, Allah akan menurunkan barokahnya dari langit dan bumi”, J
Jelas Kyai Rosyidi.

Berkesempatan pula K Ahmad Baijuri, pengasuh pesantren Ar-Rohwini. Beliau menghimbau agar umat Islam selalu mengkaji Islam dalam halqah-halqah. Maka Menurut beliau, Islam akan dipahami sebagai ideologi yang utuh jika umat kembali mengikuti halqah yang dilaksanakan oleh para asatidz di Hizbut Tahrir. Berbagai ideologi lain seperti komunisme dan kapitalisme akan mampu kita bendung pengaruhnya jika kita memahami Islam sebagai ajaran yang total. Pungkas Kyai Baijuri.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh KH Mohammad Nur Hasyim, BA. Dengan harapan, semoga Allah senantiasa mempercepat pertolongannya dengan tegaknya syari’ah dan khilafah. (Af)

About Shautul Ulama

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *