Dukung Pembebasan Despi, Para Ulama Ini Ajak Umat Islam juga Dakwahkan Syariah dan Khilafah

Kotabaru, (shautululama) – Despianoor, nama yang populer belakangan ini baik di media sosial maupun di dunia nyata. Nama yang di setiap persidangannya menjadi magnet bagi para alim ulama dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan (Kalsel), untuk datang jauh-jauh ke Pengadilan Negeri Kelas II Kotabaru, sekadar memberi dukungan di setiap persidangannya

Ya, kali ini Despi kembali menjalani persidangan virtual, dengan agenda penyampaian tanggapan jaksa penuntut umum (JPU), atas eksepsi yang disampaikan kuasa hukum, Kamis (24/09/2020).

Di antara para alim ulama yang hadir, adalah Ustadz Imam Abu Ashim, Pengasuh Majelis Taklim Darul Falah Banjarmasin.

“Despiannoor sedang dizalimi rezim, beliau sekadar menyampaikan kebenaran, dakwah lewat media sosial, bahwa ajaran khilafah yang disampaikan dalam postingannya, adalah solusi dari problem negeri ini. Maka seharusnya bukan hanya Despi saja, tapi kita semua harus terlibat dalam upaya menyebarluaskan solusi Islam atas berbagai permasalahan yang dihadapi negeri ini,” ajak Ustadz Imam saat diwawancarai usai persidangan.

Turut datang dari Ibukota Provinsi Kalsel, Ustadz Syarif, Pimpinan Majelis Ashabul Quran.

“Bagi kita, terutama para ulama, Despi saja yang seorang guru honorer berani menyampaikan kebenaran Islam dengan dakwah, tapi kenapa sebagian ulama masih ada yang takut menyuarakan syariah dan khilafah? Pesan kami untuk semua yang terlibat, takutlah hanya kepada Allah!” tegasnya.

Sidang Virtual Sering Gangguan, Kuasa Hukum Despi Minta Kembali ke Sidang Luring

Di kesempatan yang sama, kuasa hukum Despianoor, Janif Zulfiqar, SH., SIP., M.Si.
menyampaikan, bahwa tanggapan yang disampaikan JPU tidak jelas dan putus-putus, sehingga tidak dapat ditanggapi isinya.

Ia berharap sidang berikutnya bisa kembali diadakan secara tatap muka langsung.

“Agar kendala teknis seperti ini tidak terjadi lagi,” harap Janif yang sengaja datang menemui para ulama di Kantor Pengadilan, usai menemani Despi di sidang virtual dari Markas Polres Kotabaru.

Sidang selanjutnya akan digelar tanggal 28 September 2020, dengan agenda penyampaian putusan sela oleh majelis hakim, apakah menerima eksepsi, atau berlanjut ke persidangan berikutnya.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …