Dengan Syariat Islam Umat Islam Jaya, Mulia, dan Sejahtera

Surabaya, (shautululama) – Peringatan Nuzulul Quran 1441H, yang diselenggarakan oleh Kanal ideologis Kaffah Channel, Ahad (10/05), selepas waktu tarawih, menghadirkan nara sumber kedua KH. Muhammad Ihsan Abdul Djalil. Beliau menyampaikan materi tentang Al Quran Solusi dan inspirasi Kehidupan.

Beliau mengawali bahasanya dengan mengutip Al Quran Surat Al Nahl: 89

“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”.

Dalam tafsirnya Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini bahwa yang dimaksud dengan segala sesuatu adalah segala hal yang diperlukan manusia di kehidupan dunia ini telah ada penjelasannya dalam Al Quran. Seluruh ilmu, baik itu ilmu ekonomi, sosial, politik, bernegara, sain tehnologi, kisah masa lampau bahkan prediksi masa depan semua ada dalam alquran, Al Quran telah membahas tuntas semua persoalan itu.

Allah SWT telah mengutus Nabi Muhammad Saw dengan kitab AlQuran untuk mengajarkan kepada umat manusia isi kitab AlQuran, menjelaskan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia, dan beliau (Nabi) akan menjadi saksi atas seluruh perbuatan manusia.

“AlQuran merupakan panduan hidup kita, dan kita akan dimintai pertanggungjawaban di ahkerat kelak atas segala hal yang kita kerjakan di dunia ini dengan disaksikan Nabi Muhammad”, terang Kyai Ihsan.

Lebih lanjut beliau sampaikan, sebagai contoh dalam bidang ekonomi, kalau dalam Alquran memerintahkan menjauhi riba, menghalalkan jual beli, maka kita pun harus meninggalkan riba, meski hanya sedikit. Demikian juga hal, ketika alQuran memerintahkan kita menjauhi zina, bahkan mendekatinya saja dilarang, maka kita pun harus menjauhinya. Termasuk menghindari hal-hal yang bisa mengantarkan kepada perzinaan seperti khalwat (berkumpul laki-laki dan perempuan), ihtilat (berdua-duaan), dll.

Lalu beliau lanjutkan, dalam bidang politik bernegara misalnya, ketika AlQuran memerintahkan kita untuk melaksanakan islam secara kaffah, maka tidak ada lagi pilihan atau alasan untuk menolaknya. Apalagi menghalangi-halangi perjaungan menegakkan islam secara kaffah. Bagaimana dia akan mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut kepada Allah kelak?

Dalam sejarah umat Islam bisa jaya, hidup sejahtera, dan aman karena mereka hidup diatur dengan syariat Islam secara kaffah. Sebaliknya umat islam akan terpuruk seperti saat ini, karena meninggalkan syariat islam kaffah.

Lalu Kyai Ihsan berkisah tentang Abdullah Ibnu Mas’ud, yang terkenal paling bagus bacaannya, membacakan Surat An Nisa: 41
Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).

Rasul pun memerintahkan Abdulullah Ibnu Mas’ud untuk menghentikan bacaannya, Ibnu Mas’ud melihat Rasulullah sedang menangis mendengar ayat tersebut karena beliau merasa ketakutan karena akan dimintai pertanggung jawaban Allah atas AlQuran yang telah diturunkan kepada beliau, dan beliau akan menjadi saksi atas seluruh perbuatan manusia.

Terakhir, Kyai Ihsan sampaikan, AlQuran adalah panduan hidup manusia, dan telah sampai kepada kita dakwah yang menjaskan isi AlQuran, telah diutus Rasul kepada kita, sehingga tidak ada lagi alasan tidak mengetahui. Oleh karena itu, harus ada komitmen dari kita semua, mulai hari ini untuk melaksanakan syariat islam secara kaffah dengan totalitas.

Dalam masa pandemi covid, peringatan Nuzulul Quran ini dilaksanakan secara online. Meski demikian, berlangsung sangat meriah dan sukses. Seandainya diletak dalam lapangan terbuka tentu panitia akan kesulitan tempat untuk menggelar acara tersebut.
Dalam pantauan panitia, tercatat ada 290 tokoh masyarakat dan asatidz yang menyimak di zoom (bussiness) meeting. Live streaming (Siaran Langsung) di akun facebook KaffahChannel.id (8.304 reached, 4.600 viewers, 564 comments), kanal Youtube Kaffah-Channel. Viewers-nya mencapai 1.586 orang (watching now) dan 12.000 viewers (playback), dengan tambahan subscriber 1400 orang menjadi 3.690 subscribers.
Selain itu, juga di-relay Abqary TV Banten, Brobat.id Pasuruan, Hidup Berkah TV Malang dan Multaqa Ulama Aswaja TV. Meski dalam suasana pandemi covid, dengan protap pisyhcal distancing acara ini alhamdulillah sukses terselenggara. (hs).

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Seruan Multaqa Ulama Aswaja Kab Sumedang, Tolak Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, Saatnya Islam Gantikan Kapitalisme-Demokrasi

Sumedang, Jabar (shautululama) – Selasa, 30November 2021 bertepatan dengan 25 Rabi’uts Tsani 1443 H para Ajengan, …