Demokrasi Didesain untuk Menjajah Negeri-Negeri Islam

[ Ngopi bareng Darrunahdlah ] Bandar Lampung – Majelis Ta’lim Annahdlah menggelar acara “Ngobrol Pemikiran Islam (Ngopi), Amalkan Syariat Islam Kaffah ” yang bertajuk “ Tawakkal Tidak Menghapus Wajibnya Memaksimalkan Kausalitas ” dilaksanakan pada pukul 20.30 bertempat di Markaz Annahdlah – Bandar lampung, Jum’at (26/7/2019).

“Secara kausalitas, jika masih menggunakan demokrasi sebagai sistem pemerintahan, maka oleh Allah SWT keberkahan akan dicabut”, buka Kyai Bustomi Al-Jawy mengawali acara ngopi kali ini.

Semakin panik dan represifnya rezim dzalim terhadap dakwah penegakkan Khilafah yang berkembang pesat, tidak akan berpengaruh apa-apa melainkan rasa lelah tak berujung yang terus menghinggapi pikiran dan tenaga para penentang tegaknya Institusi Khilafah.

“Semakin diterimanya dakwah penerapan total Syariat Allah di berbagai kalangan dari akademisi, pemuda-pemudi, serta para Kyai dan tokoh masyarakat, ini membuktikan bahwa umat sudah sadar akan omong kosong dari demokrasi yang tidak mampu menjawab berbagai permasalahan ummat, “ ujar Kyai Bustomi.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa selayaknya pisau yang mampu menggores nadi, secara kausalitas, demokrasi saat diterapkan akan membawa kesengsaraan pada para penganutnya seperti hutang negeri ini sebesar 5000 triliun, korban 21-22 Mei kemarin, sumber daya alam yang dikuasai asing, kecurangan yang mampu menjadi mahkota, ummat yang tertipu mentah-mentah oleh para elite dan masih banyak lagi.

“Demokrasi, karena kedaulatan diserahkan kepada manusia, alangkah sangat wajar jika terjadi kegagalan dari berbagai sektor“, tegas beliau.

Kemudian beliau melanjutkan bahwa demokrasi memang didesain untuk menjajah negeri-negeri muslim, lihatlah China sekarang yang mulai merangsek masuk kesendi-sendi rapuh negeri ini untuk menghisap segala kekayaan yang ada.

“Faktanya adalah China itu sudah naik statusnya menjadi negara adidaya, jika ingin mengalahkan mereka yaaa harus dengan negara adidaya juga, “ ujar beliau.

Menjelang akhir sesi, beliau menegaskan bahwa kita sebagai ummat Islam punya konsep negara sendiri, negara yang sangat adidaya yaitu Khilafah Islamiyah, InsyaAllah hanya perlu sedikit sentuhan lagi akan tegak kembali, yaitu dengan membangun kesadaran agar ummat satu suara untuk menerapkan hukum Allah di bawah naungan Khilafah.

Pembacaan doa oleh Mang Erwan menandakan acara Ngopi ini telah berakhir yang kemudian para jama’ah melanjutkan menikmati kopi yang telah tersedia dan foto bersama. [rr]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *