Demi Ukhuwah Islamiyah, Jalsa Ammah Ulama dan Kyai Mojokerto Mengajak Umat Islam untuk Merayakan Idul Adha Bersama

0
331

Mojokerto (shautululama)—Ulama dan Kyai Mojokerto, sebagaimana release yang diterima redakasi shautululama pada Senin (20/8/2018), menyerukan umat Islam merayakan Idul Adha bersama. Sebagaimana diketahui bersama, Mahkamah Ulya Arab Saudi mengumumkan bahwa hari Ahad (12/8) telah masuk bulan baru 1 Dulzhijjah 1439 H. Dengan penetapan ini, maka Hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah akan bertepatan dengan hari Senin (20/8) dan Hari Raya Idul Adha pada hari Selasa (21/8).Penetapan masuknya bulan baru tersebut, merupakan hasil pengamatan Tim Ru’yatul Hilal di beberapa tempat, seperti di As-Sudair dan As-Syaqra’.

Ulama dan Kyai Mojokerto merujuk pada riwayat yang dengan jelas menunjukkan bahwa penentuan hari Arafah dan hari-hari pelaksanaan manasik haji, dilaksanakan pada saat adanya Daulah Islamiyah oleh pihak Wali Makkah. Hal ini berlandaskan perintah Nabi SAW kepada Amir (Wali) Makkah untuk menetapkan hari dimulainya manasik haji berdasarkan ru’yat.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Hadits Husain Ibn Al-Harits Al-Jadali RA, dia berkata: “Sesungguhnya Amir (Wali) Makkah pernah berkhutbah dan berkata :

“Rasulullah SAW mengamanatkan kepada kami untuk melaksanakan manasik haji berdasarkan ru’yat. Jika kami tidak berhasil meru’yat tetapi ada dua saksi adil yang berhasil meru’yat, maka kami melaksanakan manasik haji berdasarkan kesaksian keduanya.” (HR Abu Dawud [hadits no 2338] dan Ad-Daruquthni [Juz II/167]. Imam Ad-Daruquthni berkata,’Ini isnadnya bersambung [muttashil] dan shahih.’ Lihat Imam Syaukani, Nailul Authar, [Beirut : Dar Ibn Hazm, 2000], hal. 841, hadits no 1629)

Hadits ini dengan jelas menunjukkan bahwa penentuan hari Arafah dan hari-hari pelaksanaan manasik haji, telah dilaksanakan pada saat adanya Daulah Islamiyah oleh pihak Wali Makkah. Hal ini berlandaskan perintah Nabi SAW kepada Amir (Wali) Makkah untuk menetapkan hari dimulainya manasik haji berdasarkan ru’yat.

Lebih dari itu, Kewajiban kaum Muslim untuk beridul Adha (dan beridul Fitri) pada hari yang sama, telah ditunjukkan oleh banyak nash-nash syara’. Di antaranya Hadits A’isyah RA, dia berkata “Rasulullah SAW telah bersabda :

“Idul Fitri adalah hari orang-orang (kaum Muslim) berbuka. Dan Idul Adha adalah hari orang-orang menyembelih kurban.” (HR. At-Tirmidzi dan dinilainya sebagai hadits shahih; Lihat Imam Syaukani, Nailul Authar, [Beirut : Dar Ibn Hazm, 2000], hal. 697, hadits no 1305).

Oleh karena itu, sebagaimana disampaikan Pengasuh Jalsah Ammah Ulama dan Kyai Mojokerto KH. Heru Elyasa, berikut hasil pernyataannya:

  1. Pelaksanaan rangkaian ibadah haji dilakukan berdasarkan penetapan berdasarkan ru’yat ahli Makkah.
  2. Rangkaian ibadah yang dilakukan kaum muslimin di seluruh dunia dan khususnya di Indonesia juga dilaksanakan pada waktu/ hari yang sama dengan pelaksanaan rangkaian ibadah haji di tanah suci.
  3. Jadi puasa Arofah dilaksanakan pada hari Senin, 9 Dzulhijjah 1439 H/20 Agustus 2018M.
  4. Sholat Hari Raya Idul Adha dilaksakan pada hari Selasa, 10 Dzulhijjah 1439 H/ 21 Agustus 2018M.
  5. Mengajak segenap kaum muslimin melaksanakan rangkaian ibadah di bulan Dzulhijjah sesuai dengan ketetapan tersebut guna mewujudkan persatuan dan ukhuwwah bagi kaum muslimin se-dunia.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan pertolongan kepada umatnya yang masih tercerai-berai dalam pelaksanaan ketaatan dan lemahnya ikatan ukhuwwah ini menjadi umat yang segera bersatu dalam naungan Rahmat dan Ridho-Nya dalam system kehidupan yang akan mengantarkan kepada Umat yang mulia dengan Syariah dan Khilafah.

Wallahul Musta’aan wa Huwa Waliyyut Taufiq
Wallahul Haadi Muwaffiq ila Aqwaamit Thoriq. [hn]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here