Dari Banjarmasin, Seruan Penegakan Khilafah Menggelora Bersama 33 Provinsi di Momen Idul Fitri

Banjarmasin, (shautululama)  – Masih terjadinya pandemi virus corona (Covid-19), tidak menghentikan umat Islam untuk tetap bersilaturahmi. Tetapi bukan dengan bertemu fisik, melainkan secara dalam jaringan, yang bahkan diikuti perwakilan dari 34 Provinsi, yang digalang channel youtube Khilafah Channel secara langsung.

“Banjarmasin Kota _bauntung batuah_. Pasar terapung _urang bacari_ nafkah. _Mudahan_ kita _sebarataan_ istikamah, _bajuang gasan_ syariah _wan_ khilafah.”

Itulah kutipan pantun, yang disampaikan dua perwakilan masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel), saat ikut tampil bersama 34 provinsi lainnya se-Indonesia, di acara khusus Hari Raya Idul Fitri, Senin (25/05/20).

Berlatar Menara Pandang di Siring Sungai Martapura Banjarmasin, dua tokoh ini tampil unik, karena satu-satunya yang mengenakan pakaian adat daerah, layaknya pangeran Kesultanan Banjar, lengkap dengan aksesoris masker yang menggantung di bawah dagu.

Sedangkan kebanyakan hanya berlatar tempat ikonik di wilayah masing-masing, seperti Islamic Center di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kegiatan akbar perdana ini, mendapat antusias besar dari banyak pemirsa di Kalsel, yang ternyata tetap bisa mengadakan acara istimewa, di tengah bermacam keterbatasan akibat pandemi.

“Semoga ini menjadi satu awalan, langkah, atau upaya, ikhtiar untuk menyatukan kaum muslimin. Yang kita awali dengan mencoba menyatukan seluruh potensi yang ada di 34 Provinsi di Indonesia,” harap Ustaz Fauzan al-Banjari, Khadim Majelis Iqtishodi wa Tijaroh Syariah Banjarmasin, via _voicenote_ whatsapp.

Lewat acara ini, juga menambah semangat para pemirsa, untuk semakin memperkuat amal ibadah, usai ramadan 1441 H.

“Ada pesan penting yang tadi disampaikan oleh Bapak Kyai Labib, tentang makna dari hari raya Idul Fitri tahun ini, adalah, di antara tanda diterimanya ibadah-ibadah kita di bulan Ramadan, adalah setelah ini kita akan semakin cinta kepada syariat Islam, setelah ini kita akan semakin taat kepada Allah SWT,” ulang KH. Sholeh Abdullah, pimpinan Majelis Darul Qolam Banjarbaru, usai mendengar paparan inspiratif dari KH. Rokhmat S. Labib, tokoh ulama Nasional yang jadi pembicara pembuka di acara Khilafah channel.

Di antara bentuk kecintaan tersebut, menurut pemirsa dari Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ustad Wahyu, adalah adanya dorongan, agar ajaran Islam diterapkan secara totalitas.

“Mudah-mudahan ini menjadi sarana akan kesamaan pemikiran dan perasaan, untuk sama-sama menguatkan tekad menyempurnakan ketaatan kepada Allah SWT dengan menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan, khususnya di negeri,” tambah Ust. Ahmad Sabili dari Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut.

Tatanan baru menggunakan syariat Islam ini, sangat dirindukan para pemirsa Khilafah Channel di Kalimantan Selatan, lantaran kegagalan sistem kapitalisme, yang hancur lebur dihantam pandemi.

“Luar biasa acara Khilafah Channel di pagi hari ini sampai siang hari, menunjukkan kepada kita bahwa umat Islam saat ini merindukan kepada Islam dengan sistemnya secara kaffah, di tengah-tengah kegagalan kapitalisme menyelesaikan pandemi Covid-19,” tanggapan Kyai Baihaki, pimpinan Majelis Nidaul Khair Banjarmasin.

“Saat ini dimulai Covid-19 telah membuka memulai tatanan dunia baru, yang insya Allah akan diridoi Allah SWT. Tatanan hidup dalam penerapan syariat Islam di seluruh aspek kehidupan, dalam naungan Khilafah Islamiyah ala minhajin nubuwwah,” sambung Guru Lutfi bin Fakhruddin, pengasuh Majelis Baitul Quran, Rantau, Kabupaten Tapin.

Acara the new spirit of lebaran ini, ditonton langsung sekitar 22 ribu pemirsa, untuk bersama bahagia dalam kemenangan, dan semangat dalam berdakwah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …