Dalam Sistem Khilafah, Ulama Berkedudukan Mulia

Bogor (shautululama.com) – KH.Abdul Aziz, Pimpinan Majlis Taklim Darul Hikmah wal Hasanah Ciampea menyampaikan, ulama harus tetap berani menyampaikan kebenaran Islam, tidak perlu takut.

“Ulama tidak boleh takut oleh isu orang gila yang meresahkan akhir-akhir ini. Ulama sebagai tokohnya ummat dan masyarakat harus tetap berani dan tidak mundur dalam menyebarkan kebenaran dan dakwah Islam”, seru beliau.

Pernyataan ini beliau sampaikan di hadapan sekitar 70 ulama, kyai, ustad dan tokoh umat pada acara
Ijtima’ Ulama Aswaja Wilayah Bogor Barat. Acara dilaksanakan pada Rabu, 21/02/2018 di Masjid Jami Nurul Iman, Kp.Kalong Karees Desa Kalong Liud, Kabupaten Bogor.

Para peserta Ijtima’ Ulama berasal dari sekitar Leuwi Sadeng dan Leuwi Liang. Hal ini dilaksanakan untuk merespon tindakan kekerasan pada ulama dan pemuka agama oleh orang “gila”. Para peserta merasa aneh banyak orang gila yang membunuh. Peristiwa penganiayaan sampai pembunuhan ulama ini mengingatkan pada sejarah masa lalu.

Ketua DKM Masjid Jami’ Nurul Iman, KH.Jaddal Husen, menyambut para ‘alim ulama kyai asatidz yang hadir, beserta Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Kalong Karees, Ust.Dudi. Beliau adalah inisiator acara ini dan aktif di Forum Silaturahmi Ulama Kyai dan Asatidz Kabupaten Bogor wilayah Bogor Barat.

KH. Muhyidin, Pimpinan Ponpes An Nuur Pamijahan, menyampaikan dalam pandangan Islam Ulama adalah pewaris Nabi, posisinya dimuliakan.

“Posisi dan kedudukan ulama dalam pandangan Islam sebagai pewaris para Nabi. Mereka adalah orang-orang mulia dan wajib dihormati dan dihargai keberadaannya. Dari para ulama umat Islam mendapat ilmu agama untuk dilaksanakan dalam rangkaian ibadah dan memberi petunjuk kebaikan dalam menjalani kehidupan ini”.

Lebih lanjut, Kyai Muhyidin menjelaskan perbedaan kedudukan ‘ulama dalam sistem sekuler demokrasi saat ini dengan kedudukan ulama pada saat kehidupan Islam diterapkan oleh Khalifah.

“Konsep Khilafah sebagai ajaran Islam telah ada pembahasannya dan disepakati oleh para Ulama Ahlus Sunnah. Berkaitan kewajiban adanya pemimpin Islam dan kepemimpinan Islam”, terang beliau.

KH. Maman Lukman Anwar dari BKSPPI Bogor menyampaikan peran ulama sangat penting dalam membina umat.

“Para ulama yang merupakan para guru mulia. Tugasnya tak bisa diremehkan dalam menyebarkan ilmu dan mengajak kebenaran serta kebaikan ditengah-tengah kita”.

Beberapa ulama yang nampak hadir antara lain: Kyai Yoyon, Pimpinan Ponpes Adzkiyatun Nida Leuwiliang, Ustad Syamsudin Ciomas, Kyai Aneng Gunung Bunder Cibungbulang, serta kyai, asatidz lainnya di sekitar Cipanas. [hn/hs]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *