Cak Syam: Omnibus Law adalah Kedzaliman di atas Kedzaliman

Pasuruan, Jatim (shautululama) – Ustadz Syamsuddin menyebutkan Omnibus Law yang lahir dari proses demokrasi sekuler membawa mudharat besar bagi rakyat Indonesia. Ustadz yang akrab dipanggil Cak Syam ini juga menilai keberadaan Omnibus Law ini bagaikan kedzaliman di atas kedzaliman.

“Kalau sekarang ini lahir Omnibus Law, itu kedzaliman di atas kedzaliman. Sudah berdasarkan sekulerisme, menjadi jahat kemudian, dan harus dibatalkan walaupun sudah diteken,” kata Pengasuh Majelis Taklim Bustanul Amilin ini pada acara Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda, Selasa (3/11/2020).

Cak Syam dengan menukil sebuah hadist juga menjelaskan semua manusia sejatinya adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Sebab itu, wajib bagi manusia untuk menjalani kepemimpinan dalam hidupnya sejalan dengan aturan Allah SWT.

“Bagaimana bisa rakyat itu akan nyaman kalau rakyat itu dipelihara oleh serigala yang akan memakannya. Dikorbankan kepada para pengusaha dengan harga murah. Jadi ini sebuah kedzaliman, seharusnya dalam siyasah (pengurusan rakyat) memakai syariat Islam,” jelas Cak Syam.

Kekuasaan idealnya dipegang oleh kalangan ulama yang mengerti akan hukum-hukum Islam. Bila penguasa itu dari kalangan di luar ulama, maka keberadaan ulama yang memberikan nasehat sangatlah penting agar jalannya kekuasaan tidak menyimpang dari ajaran Islam.

“Karena siyasah itu aktivitas anbiya dan mursalin, penguasa harus ulama kalau tidak ulama maka harus meminta petunjuk pada para ulama, sebagaimana Muhammad Alfatih ada Aaq Syamsuddin, Syaifuddin Qutus ada Izzudin bin Abdissalam. Tapi kalau ulama sekaligus umara luar biasa ada Ustman, Ali atau Harun Ar Rasyid,” sambung Cak Syam.

“Tidak ada kedzaliman di atas kedzaliman ketika meriayah (melayani) umat ini dengan syariat Islam, menggunakan aturan dari Allah SWT. Insya Allah dan pasti janji Allah Ta’ala tadi yang dibacakan itu akan terwujud,” pungkas Cak Syam di akhir pidatonya.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …