Bumi “Punjer” Walisongo Menyongsong Era Kembalinya Peradaban Islam

Gresik, Jatim (shautululama) – Gresik adalah bumi para wali. Beberapa petilasan masyhur di Pulau Jawa, Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri. Hal ini menjadi bukti bahwa Wilayah Gresik adalah bagian yang tak terpisahkan dari penyebaran dakwah para ulama yang utusan Kekhilafahan Turki Ustmani.

Saat ini, badai pandemi Covid 19 menyebar ke seluruh penjuru dunia, mulai dari Wuhan China, Itali, Amerika dan di bumi pertiwi ini. Badai corona virus menampar penguasa – penguasa dlolim dan para koleganya yakni kapitalis global yang tamak, angkuh dan sombong dan senantiasa mengeksploitasi dan menjarah kekayaan negeri-negeri muslim.

Inilah mukaddimah yang disampaikan oleh Ustad Imam Subahar dan Ustad Irfan Abu Jundi saat mengawali acara Liqa Syawal Ulama Ahlu Sunnah Wal Jamaah Gresik 1441 H.

Acara yang disiarkan secara live streaming di Channel Youtube Dakwah Giri dan Fanpage Facebook Mbah Blangkon dengan menggunakan media webbinar aplikasi zoom dan diikuti lebih dari 300 an ulama dan tokoh dari Gresik.

Diawali dengan pembacan kalam Illahi oleh Ustad Muhammad Aris, S.Pd.I, dilanjutkan dengan Sambutan Ketua Panitia KH. Musthofa Mustain. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta webbinar yang bisa bergabung secara langsung di acara Liqa Syawal Tokoh Ummat, serta permohonan maaf apabila ada kekurang sempurnaan dalam penanyangan acara ini.

KH. Abdul Wahab, sebagai sesepuh Ulama di Gresik menyampaikan jejak sejarah dakwah dan syiar Islam di Bumi Gresik. Penyebaran Islam di Gresik diawali oleh Sunan Maulana Malik Ibrahim, dilanjutkan Fatimah bin Maimun dan keluargnya Syech Syadad Alam 1080. Setelah itu gelombang utusan dari Kekhilafan Turki Usmani untuk berdakwah di Gresik dilanjutkan oleh Syech Syahroni atau yang terkenal dengan Mbah Turki, dan Syech Ainur Rohman yang terkenal dengan Mbah Toman yang dinisbatkan pada Kata Ottoman atau Turki Usmani.

Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran Islam di Gresik ada keterkaitan langsung dengan Kekhilafahan.

Acara berlangsung menarik dengan berbagai tayangan kreasi Al Liwa dan Ar Roya dan ucapan tahniah dari ulama – ulama di Gresik serta tausiyah dari berbagai tokoh masyarakat. Ustad Rodhi Masykur, M.Si menyampaikan nasehat dalam memupuk semangat berjuang pasca lebaran. Sementara, Mewujudkan Ketaqwaan Pasca Ramadan menjadi topik pembahasan Kyai Drs. Saiduddin.

Selain itu, ada Kyai Irham Fahmi Al Anjatani dari Cirebon Jawa Barat. Bapak dr. Burhan selaku praktisi kesehatan menyampaikan kiat bersinergi tokoh umat untuk kejayaan Islam, dan Dr. Hafizh Widodo, M.Pd memaparkan peran intelektual muslim untuk kebangkitan Islam.

Dan diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Kyai Abdul Azis selaku delegasi dari Forum Ulama Aswaja Pantura.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …