Buka Bersama Ulama dan Tokoh Kabupaten Probolinggo: Tahun 2019 Jangan Keliru Lagi

0
587

Buka Bersama Ulama dan Tokoh Kabupaten Probolinggo: Tahun 2019 Jangan Keliru Lagi

Probolinggo (shautululama.com)–Bulan Ramadlan momentum persatuan umat. Rumah Inspirasi Perubahan Probolinggo mengumpulkan simpul kekuatan umat. Acara bertajuk “Ijtima’ Ulama dan Tokoh Umat dalam agenda Inspiring Ramadlan 1439 H pada Jumat (8/6/2018).

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

“Alhamdulillah 50 perserta yang terdiri dari para Ulama dan Tokoh Umat baik sekaligus beberapa pimpinan ormas islam memadati semua kursi di ruang utama Rumah Inspirasi Perubahan di Lantai 2,” ungkap syukur Al-Ustadz Indra Fakhruddin selaku Ketua Rumah Inspirasi Perubahan.

Beliau sangat mengapresiasi KH. Nizar Irsyad selaku Ketua MUI Kota Probolinggo dapat hadir dan berkenan memberikan sambutan dan harapan-harapan besar kepada Rumah Inspirasi Perubahan supaya betul-betul mampu menggerakkan umat kearah perubahan kehidupan yang sesuia dengan tuntunan Syariat Islam.

Didaulat memberikan Inspirasi Ramadlan dalam momentum penting ini adalah Al-Ustadz DR. Muhammad Nurhasan, SH. Mhum selaku Tokoh Masyarakat dan Pimpinan STAI Muhammadiyah Probolinggo. Dengan retorika yang sangat lugas dan padat makna beliau menguraikan persoalan umat islam khususnya di Indonesia, Intinya umat islam harus berubah.

“Masalahnya berubah kearah mana? Nah, Seharusnya harus ada komponen umat yang bertindak sebagai pemimpin perubahan umat yang memiliki visi besar perubahan dan tergambar jelas. Visi besar itulah Al-Qur’an yang merupakan sumber utama hukum islam. Umat sekarang bingung atas kebijakan “sopir” karena sang pemimpin tidak memiliki visi yang benar. Bahkan nyata-nyata telah salah arah. Wajar bila penumpangnya marah-marah karena sering menabrak dan mengerem mendakak.”

Terakhir beliau menyinggung beberapa persoalan dengan kritikan pedas atas beberapa kebijakan yang sangat tidak populis yang merugikan umat islam. Salah satu yang bahaya berdampak besar adalah politik belah bambu yang lazim digunakan oleh penjajah dimasa silam.

“Politik pecah belah terhadap umat islam itu telanjang dilakukan oleh elIt pepimpin bangsa ini. Seperti sederetan rilis 200 ulama yang layak berceramah oleh kementerian Agama baru-baru ini. Jangan sampai umat islam tidak termakan oleh bebrbagai konspirasi yang masif merugikan umat islam.”

Tepat menjelang adzan Maghrib acara ditutup dengan doa yang dipandu oleh Al-Ustadz Syaifuddin Zuhri yang juga menyampaikan bahwa semoga umat sadar dan tidak salah pilih untuk tahun 2019. Acara dilanjutkan dengan sholat maghrib berjama’ah serta ramah tamah berbuka puasa Bersama.[hn]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here