Bersatulah dan Tegakkan Syariah Secara Kaffah

Banjarmasin– (shautululama) – Salah satu tokoh Ulama Aswaja di Banjarmasin, Guru Wahyudi Ibnu Yusuf mengajak agar setiap elemen umat khususnya para ulama menjadi garda terdepan dalam hal menyadarkan Umat dan memuhasabah pemimpin. Hal ini disampaikan belau dalam Multaqo UIama Aswaja Kalsel yang disiarkan secara daring melalui kanal youtube UlamaGurunda TV, Sabtu (6/2/2021) pagi.

Dalam paparannya Guru Wahyudi memulai dengan mengutip qoul Al Imām Khalīl ibn Ahmad Al Farāhīdi.

“Dalam qoul Al Imām Khalīl ibn Ahmad Al Farāhīdi, yang juga dikutip oleh Imam Fakhrudin ar razi dalam kitabnya Mafatihul ghoib, Al khalil bin Akhmad menyatakan, AR-RIJALU ARBA’ATUN, manusia itu ada 4 macam”

Guru Wahyudi memaparkan satu persatu. Pertama, ROJULUN YADRI WA YADRI ANNAHU YADRI, FAHUWA ‘ALIMUN, FATTABI’UHU.

“Orang yang mengerti, berilmu, menyadari ilmunya, mengamalkan dan berupaya agar ilmunya diterapkan di tengah masyarakat, fahuwa ‘alim, dialah orang yang berilmu, maka pesan beliau fattabi’u, ikuti orang seperti ini.”

Ia melanjutkan macam manusia ke-dua ialah, ROJULUN YADRI WA LA YADRI ANNAHU YADRI, FAHUWA NA-IMUN, FA-AYQIDZUHU. Yakni, orang yang mengerti, berilmu tapi dia tidak menyadari ilmunya, merasa tidak layak untuk mengamalkan ilmunya, bergabung dalam barisan dakwah untuk tegaknya syariat Allah.

“FAHUWA NA-IMUN orang ini ibarat orang yang tertidur lelap, ibaratkan dalam kondisi banjir kemaren saking pulasnya tidur baru terbangun ketika rumahnya sudah hampir tenggelam, maka tugas kita FA-AYQIZHUHU bangunkan mereka ini kita sadarkan mereka bahwa saat ini kondisi lingkungan negeri kita, kondisi umat kita sedang kacau.”

Guru Wahyudi melanjutkan, untuk macam orang ke-dua ini solusinya adalah mengamalkan ilmu dan Bersatu meneggakan Syariah secara kaffah, bukan malah memilih syariat layaknya memilih makanan prasmanan.

“memilah syariah Islam layaknya makanan prasmanan yang enak dan menguntungkan diambil, sedang syariat Islam tentang Khilafah yang bisa mencegah mereka korupsi memperkaya diri dan lain sebagainya akan mereka tolak.”

Sementara macam orang ke-tiga yakni, ROJULUN LA YADRI manusia yang tidak mengerti, tak berilmu, WA YADRI ANNAHU LA YADRI dan ia pun sadar kalau ia tidak mengerti, tidak berilmu.

“FAHUWA MUSYTARSYIDUN mereka ini adalah orang menginginkan bimbingan dan arahan, maka tugas kita FA-ARSYIDUHU membimbing dan arahkan mereka.”

Sedangkan macam manusia yang terakhir ialah ROJULUN LA YADRI WA LA YADRI ANNAHU LA YADRI, inilah seburuk-buruk manusia, orang yang jahil, tapi dia tidak menyadari bahwa dirinya jahil.

“Na’udzubillah, bergelar pendidikan tinggi namun dia jahil terhadap urusan umat agar menjadi lebih baik, FAHUWA SYAITHON mereka ini seperti syetan, maka FAJTHANIBUHU tinggalkanlah mereka.” Kutip Guru Wahyudi dengan jelas dan rinci.

Guru Wahyudi melanjutkan bolehnya mendatangi tipe manusia ke-empat ini, dengan tujuan memuhasabah dan menasehati mereka.

“tapi bukan mendatangi mereka untuk menjilat mereka, semoga dengan kita memuhasabah mereka agar mereka menjadi tersadarkan atas kejahilan mereka”. Ujar beliau mengakhiri pemaparannya. []

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …