Arogansi Aparat Kepolisian Semarang, Dalam Parade Ukhuwah Peringtan 1 Muharram 1441H

Semarang, (shautululama) – Dalam rangka merayakan tahun baru islam, 1 Muharram 1441H, ratusan kaum muslimin dari berbagai ormas Islam di Semarang menggelar Parade Ukhuwah. Parade ini diawali dari Balai Kota Semarang menuju Masjid Baiturrahman, Simpang Lima Semarang untuk menapak tilas Walisongo. Sejak pukul 07.00 peserta telah memadati depan Balai Kota Semarang yang menjadi titik kumpul, mereka terdiri dari orang tua, bapak, ibu, remaja serta anak-anak.

Para peserta berasal dari Forum Umat Islam Semarang (FUIS), Forum Silaturahmi Umat Islam (FSUI), Jamaah Ansyarru Syariah (MM), Hidayatullah, Masyarakat Tanpa Riba Kota Semarang, BARSAMA, LBH Pelita Umat Semarang dan masih banyak organisasi dan komunitas yang ikut serta memeriahkan pawai Muharram ini.

Mereka berjalan dengan tertib dan rapi sambil membawa bendera tauhid, Al Liwa dan Ar Roya. Meski berasal dari berbagai ormas Islam, mereka bisa bersatu, dan semangat persatuan itulah yang ingin mereka bangun di tahun baru Islam 1 Muharram 1441H ini.

Namun aparat kepolisian setempat tidak menginginkan pengibaran bendera tauhid, Al Liwa dan Ar Raya yang dibawa peserta. Mereka melarang, menghalang-halangi peserta untuk mengibarkan bendera tauhid yang dibawa peserta dalam parade ini. Melihat hal ini, LBH Pelita Umat Korwil Semarang, Hendro, bertindak cepat, untuk menghalau tindakan aparat kepolisian ini. Debat pun berlangsung cukup sengit, saksikan videonya.

Hendro, LBH PU Semarang, menjelaskan kepada kepolisian, tidak ada landasan hukum yang melarang pengibaran bendera tauhid, Al Liwa dan Ar Rayya. Bendera tersebut milik seluruh kaum muslimin, kaum muslimin diberikan hak dan kebebasan untuk membawanya. Debat berjalan lama, di pinggir jalan, di hadapan peserta yang terdiri dari berbagai usia mulai dari TK hingga dewasa yang ikut serta parade ini.

Karena tidak ada masalah hukum yang dilanggar dalam parade ini, Hendro pun mempersilakan peserta terus berjalan dan mengibarkan bendera tauhid. Korlap pun dengan sigap melaksanakan instruksi ini. Alhamdulillah parade berjalan dengan lancar berkat dukungan doa, atas izin Allah SWT dan bantuan LBH PU.

Parade diakhiri dengan pembacaan doa oleh K.H Nasrudin hingga tepat pukul 9.15 WIB.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *