Aliansi Umat Islam Jatim, Aksi Bela Nabi, “Tangkap Sukmawati”

Surabaya, (shautululama) – Setelah shalat jumat, (29/11/2019) ratusan umat islam dari berbagai elemen islam di Jawa Timur mengadakan aksi damai Bela Nabi di Taman Apsari depan Gedung Grahadi, Jl. Gubernur Suryo, Surabaya.

Mereka menuntut penegakkan hukum atas penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati, yang telah menghina Nabi Muhammad dengan membandingkan dengan Soekarno, segera ditangkap.

Peserta aksi Bela Nabi membawa sejumlah poster dan spanduk yang berisi kecaman dan tuntutan penjarakan Sukmawati. ‘Tangkap dan Adili Sukmawati’, Jangan Biarkan Penghina Nabi Bebas’, ‘Cinta Nabi Cinta Syariah Tuntut dan Adili Sukmawati’, ‘Jika Penghina Nasi SAW Tidak Ditangkap dan Dihukum Berarti Rezim Ini Anti Islam, dan Minta Maaf Bukan Berarti Proses Hukum Berhenti Tangkap dan Hukum Sukmawati Penghina Nabi!,’
Selain membentangkan spanduk, aksi juga diisi dengan orasi dari perwakilan masing-masing ormas Islam di Jawa Timur yang mengirimkan delegasinya. Para orator yang tampil antara lain dari FUIB Surabaya, FPI Surabaya, Forum Komunikasi Ulama Aswaja (FKU Aswaja) Jatim, Muhammadiyah, Hidayatullah, JAS, serta sejumlah perwakilan majlis taklim di Jatim.

“Tangkap segera, penjarakan Sukmawati yang telah merendahkan Nabi Muhammad dengan membandingkan  dengan Soekarno. Padahal perjuangan kemerdekaan Indonesia terinspirasi oleh ajaran Nabi Muhammad”, ungkap KH. Ibnu Ali, salah satu orator

Aksi ini merupakan ungkapan kekesalan dan kejengkelan umat Islam, khususya di Jawa Timur, atas penistaan agama oleh Sukmawati. Sebagaimana diketahui publik, Sukmawati bukan kali ini saja melakukan penistaan agama. Sebelumnya membandingkan adzan dan kidung, jilbab dengan konde, namun semua kasusnya tidak pernah diproses oleh kepolisian, padahal sudah banyak laporan dari masyarakat.

Sekitar pukul 14.00 sejumlah ulama, kyai, ustad perwakilan dari elemen ormas Islam di Jatim ini, diterima di Gedung Grahadi Surabaya oleh Kepala Bakesbangpol didampingi polisi.

Diantara utusan yang ikut serta ke Gedung Grahadi mewakili ormas masing-masing adalah: KH. Ibnu Ali Ulama Aswaja Surabaya, Habib Mahdi dari FPI Surabaya, Ustad Ibrahim dari Muhammadiyah, Ustad Fuadi, Abah Kholiq dari FUIB Surabaya, KH. Misbah Halimi wakil Ulama Aswaja Mataraman, Kyai Ahmad Sukirno wakil Ulama Aswaja Tapal Kuda, sejumlah kyai dari Madura, dan lain-lain.Sekitar pukul 14.45 rombongan keluar dari Gedung Grahadi Surabaya, lalu menyampaikan hasil audiensi kepada peserta aksi yang masih setia menunggu.

Diantara point tuntutan yang disampaikan oleh Aliansi Umat Islam Jatim ini antara lain:
1. Menuntut penyelesaian seadil-adilnya atas kasus penistaan agama oleh Sukmawati
2. Mendorong penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk meminta fatwa keagamaan kepada MUI,
3. Mendorong Kepolisian Negara bertindak gesit untuk mengusut tuntas kasus penistaan ini
4. Menuntut kasus tidak berhenti di tengah jalan, dengan dalih perdamaian, apalagi jika dianggap tidak cukup bukti

5. Meminta Gubernur Jawa Timur mendorong proses hukum kasus ini sebagai penerus aspirasi masyarakat yang berkembang

Mereka siap mengawal proses penegakkan hukum pada aksi berikutnya dengan masa yang lebih besar jika tuntutan tidak ditanggapi oleh Gubernur Jatim.

“Apakah saudara-saudara siap melakukan aksi penegakkan hukum dengan masa yang lebih besar lagi untuk mengawal proses hukum ini?”, tanya Habib Mahdi dari FPI
“Siap”, jawab masa kompak sambil memekikkan takbir, “Allahu Akbar”

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *