Aksi Bela Nabi, Aliansi Umat Islam Bogor, Penjarakan Penghina Rasulullah Saw

Bogor, (shautululama) – Ahad, 1 Desember 2019 pagi, di sekitar Tugu Kujang Bogor dipadati para pecinta Rasulullah Sayyidina wamaulana Muhammad saw. Mereka menyerukan kecintaan pada Nabiyullah Sayyidina Muhammad saw dengan sholawat dan juga menyampaikan kemarahan atas penghinaan dan penistaan Kanjeng Nabi Sayyidina Muhammad saw oleh Sukmawati yang membandingkan dengan ayahnya Soekarno.

Bagi seorang yang beriman kecintaan kepada Nabi Sayyidina Muhammad saw melebihi kecintaan pada dirinya, keluarganya, orang tuanya ataupun manusia seluruhnya. Mensejajarkan Rasulullah saw dengan manusia lain adalah penghinaan.

Acara diawali sholawat kepada Nabi Sayyidina wa maulanan Muhammad saw, dilanjutkan orasi dari beberapa tokoh Bogor yang mewakili Aliansi Umat Islam Bogor.

Kalam pertama disampaikan oleh shohibul fadhilah almukarram KH. Harist Muadz, Pimpinan Majlis Darul Fikri Parung.

Beliau memulai dengan ayat yang artinya “Sungguh telah ada pada diri Rasul saw itu suri tauladan”. Beliau melanjutkan dengan kalam sahabat “barang siapa mengagungkan maulid Nabi saw sungguh telah menghidupkan Islam”,

Kemudian menggambarkan betapa agungnya Rasulullah saw, maka membandingkan dengan manusia lainnya (termasuk Soekarno), dengan Rasulullah saw adalah sebuah penghinaan dan tidak ada keridhoan atas hal tersebut bagi seorang yang beriman.

Orasi berikutnya disampaikan oleh shohibul fadhilah almukarram Ustadz Wardhani, dari perwakilan GNPF-Ulama. Beliau menguraikan Rasul sudah menyatakan akan masuk surga bersama yang dicintainya. Sebuah bangsa akan mulia dan dimuliakan oleh Allah SWT, jika hukum Allah diterapkan dan ditegakkan secara benar dan adil. Tetapi jika hukum dan keadilan diperjualbelikan, agama Allah dilecehkan, para pemimpin melakukan kefasikan, maka Allah akan menjatuhkan bala dan bencana.

Beliau juga menjelaskan hukuman berat bagi penghina dan penista Rasulullah saw. Kemudian beliau menyampaikan tentang jangan takut disebut radikal, dan menjelaskan itu tuduhan oleh yang kawatir kebangkitan Islam.

Orasi berikutnya disampaikan Ustad Abdul Halim dari DDII Kota Bogor, beliau menyampaikan bahwa orang kafir saja yang ilmunya bagus memuji Rasulullah saw.

Lalu Ustad Abdul Hakim mengajak peserta aksi bersholawat kepada Nabi saw sambil mengibarkan liwa roya. Beliau menyampaikan bahwa kita tidak bisa berjuang sebagaimana nabi dan shahabat, hanya keyakinan bahwa ketika menunjukkan kecintaan kepada Rasul saw sehingga berharap mendapatkan syafaat dari Rasulullah saw.

Ustad Abdul Hakim meminta aparat untuk mengukum seberat-beratnya Sukmawati penghina nabi saw, karena penghinaan ini sudah yang kesekian laginya tapi tidak ada tindakan hukum.

Kecintaan kita pada Rasulullah saw adalah bukti keimanan kepada nabi, dan pembelaan kita hari ini hanyalah bagian kecil dari itu. Beliau berharap semangat bela Islam, bela Nabi tidak akan luntur oleh godaan, baik godaan jabatan atau harta.

Selanjutnya Sekjen LBH pelita Umat shohibul fadhilah almukarram Ustad Candra. Beliau menyampaikan pandangan hukum terkait pernyataan Sukmawati. Pernyataan tersebut terkena delik pasal 156a tentang penghinaan, maka pernyataan tersebut tentang siapa yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia itu Nabi yang mulia Muhammad saw atau Soekarno, sebetulnya tidak perlu ditanyakan, karena sangat jelas keduanya hidup di jaman yang berbeda.

Lanjutnya, apabila atas dasar itu untuk dapat dinilai memenuhi unsur pidana 156 a KUHP, adanya unsur lain adalah niat, kesengajaan dan di depan publik. Ini bukan kali pertama Sukmawati melakukan penistaan. Pada kali pertama tidak ada proses hukum atasnya, bahkan kali ini yang dihina adalah Nabi Muhammad saw, memenuhi unsur sengaja karena diulang beberapa kali dan di depan publik. Maka aparat harus mengadakan penyelidikan dan penyidikan serta memproses secara hukum.

Orasi berikutnya oleh shohibul fadhilah al mukarram Ustad Rokim Abdul Karim, dari perwakilan Aliansi Umat Islam. Beliau mengutip kitab karya Syaikh Yusuf bin Ismail An Nabhani, Anwarul Muhammadiyah, ketika Nabi Adam as, memohon ampun kepada Allah, beliau berkata, “ya Allah demi Muhammad kekasihmu, Allah SWT bertanya ”wahai adam darimana kau tahu bahwa Muhammad kekasihku?

Nabi Adam menjawab ketika aku melihat arasymu tertulis Laa ilaha illah Muhammadar Rasulullah, maka tentu tidak ada makhluk yang sangat mulia yang disandingkan dengan namamu ya Allah, kecuali dia adalah sangat istimewa dan dialah Muhammad saw. Maka kalimat tauhid itu adalah bentuk kemuliaan Nabi Muhammad saw dan sekaligus kalimat itu tidak akan tenggelam karena telah diagungkan Allah SWT. Rasul Saw bahkan ditunjukkan dengan ayatNya dimana Allah sendiri bersholawat kepada nabi.

Lanjut Ustad Rokim Abdul Karim, “Dan ketika kita memuliakan Nabi saw maka Allah akan memuliakan kita, dan insya Alloh kita akan tercatat menjadi pecinta Rasul saw serta berharap masuk surge bersamanya, karena Rasulullah saw bersabda seseorang akan masuk surga bersama dengan yang dicintainya”, tutup beliau.

Selanjutnya dibacakan pernyataan sikap Aliansi Umat Islam Bogor oleh Shohibul Fadhilah Al mukarram Ust. H. Ray dari Aliansi Umat Islam.

Orasi ditutup oleh shohibul fadhilah almukarram KH. Umar shiddiq, Pimpinan Pondok Pesantre Daruts Tsaqofah. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan aksi ini bukan faktor kebetulan, tapi karena ada sebabnya penghinaan dan penistaan Nabi Muhammad saw.

“Makhluk ini termasuk Sukmawati ada karena ada nur Muhammad saw, dalam hadist qudsi yang artinya, “Muhammad jika bukan karena engkau aku tidak akan ciptakan jagat raya ini”, ungkapnya

Lanjut Kyai Umar Shiddiq, oleh karena itu, aparat untuk segera mengadili penghina rasul saw.

Kyai Umar Shiddiq menggambarkan bahwa syafaat nabi saw diberikan kepada orang yang taat pada syariat, dan mengabarkan 7 golongan yang akan dinaungi. Salah satunya imam yang adil, dimana pemimpin yang mau menerapkan Islam secara kaffah. Dunia akan menjadi baldatun toyyibatun warobbun goffur dengan menerapkan Islam seutuhnya dalam naungan Khilafah, tutup Kyai Umar Shiddiq.

Terakhir beliau memimpin doa sebagai akhir dari aksi ini.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *