Aksi 212, Hanya Kalimah Tauhid yang Menyatukan Umat Islam

Sunggal, (shautululama) – Rabu, 5 Desember 2018 pukul 20.00 WIB. Lembaga Kajian Islam Kaffah mengadakan acara Diskusi Temu Tokoh dan Ulama Wilayah Sunggal. Acara yang dihadiri lebih dari 30 orang tersebut membawa tema “Persatuan Umat Islam”. Pembicara yang dihadirkan oleh Lembaga Kajian Islam Kaffah adalah Ustad Drs. Musdar Syahban.

Rasulullah SAW mengatakan bahwa kita adalah umat yang satu, bagaikan satu batang tubuh. Apabila salah satu dari bagian tubuh sakit, maka yang lainnya pun ikut merasa sakit. Hal ini menunjukkan bahwa secara fitrah kaum muslimin memang bersatu.

Mengingat kembali peristiwa yang baru saja terjadi, yaitu aksi 212 di Jakarta. Dimana kita dapat melihat bahwa jelas persatuan umat Islam begitu besar. Dorongan semangat kaum muslim dari berbagai daerah untuk datang ke Jakarta sempat menuai banyak kontroversi. Dari yang baik hingga negatif. Dari yang niatnya tulus dan ikhlas membela agama Islam dan kalimat Tauhid yang dinistakan, hingga isu-isu yang katanya dibayar 100rb per-orang pun disuarakan.

Akan tetapi makar Allah SWT lebih hebat. Apapun yang dikatakan oleh rezim saat ini dengan hal-hal negatif, hal tersebut pun terbantahkan. Hal ini dibuktikan oleh persatuan umat muslim dalam Aksi Reuni 212 di Jakarta 2 Desember yang lalu. Dari awal acara dimulai hingga acara tersebut selesai, semuanya berjalan dengan baik dan damai. Sampah-sampah pun tidak terlihat. Dan harusnya pun tidak perlu ada keamanan yang menjaga karena sudah pasti umat islam tidak akan melakukan keributan.

Inilah hebatnya persatuan Umat Islam. Dengan hanya 1 kali komando saja, shaf-shaf pun dengan gampangnya dirapikan. Ini juga yang menjadi bukti bahwa ketika Islam diterapkan, maka Islam bisa mempersatukan. Juga menjadi bukti ketika Islam itu diterapkan, maka Islam dapat menjadi rahmat bagi sekalian alam.

Tuduhan yang selama ini diarahkan kepada umat islam bahwa umat islam tidak dapat bersatu, sudah terbantahkan oleh Aksi Reuni 212. Aksi ini telah menghapus sekat-sekat antar mazhab, antar suku, baik tua maupun muda, dan membuat kita jadi lebih semangat membela agama Islam.

Beberapa tokoh setempat yang turut memberikan pandangannya dalam acara ini adalah Ustad Hardiman Fatahillah.

Beliau menyampaikanInsyaa Allah, Kemenangan Islam dengan tegaknya Khilafah sudah ada di depan mata kita. Jadi apapun yang dilakukan oleh rezim yang zalim ini menghalangi kemenangan islam, justru kemenangan islam itu semakin dekat. Maka dari itu, kita jangan sampai kehilangan kesempatan sedikitpun dalam berjuang di jalan dakwah ini. Apapun kontribusi yang bisa kita lakukan, lakukanlah. Karena bisa jadi khilafah itu tegak di negara kita Indonesia. Karena jika khilafah itu tegak di Indonesia, Insyaa Allah Rahmat Allah SWT pun akan turun untuk seluruh alam ini. Oleh sebab itu marilah kita tetap istiqomah, tetap sabar walaupun memang pada saat ini sedang didzolimi. Insyaa Allah syariat Islam akan tegak.

Selain itu ada juga, Ustad Abdul Wahab, beliau mengatakan:

Alhamdulillah, kalau kita lihat kejadian 2 tahun yang belakang ini, ini adalah makar Allah SWT yang tidak kita sangka-sangka. Pertama adalah kejadian penistaan Al-Qur’an oleh Ahok. Kedua adalah kejadian dimana salah satu ormas yaitu HTI dicabut BHP nya. Bukannya opini dari HTI meredup, akan tetapi umat makin menerimanya. Ketiga adalah mengenai bendera Al-Liwa dan Ar-Rayah yang dahulu hanya segelintir orang yang mengenalkan atau mendakwahkannya bahwa bendera tersebut adalah panji Rasulullah SAW. Tapi pada saat ini kita lihat kalimat Tauhid itu dibakar, panji Rasulullah SAW itu dibakar, maka umat pun terpicu dan bersatu untuk membela hal tersebut.
Jadi kita lihat bahwasanya hal-hal yang disebutkan tadi itu bukan suatu kejadian yang bisa diterima masyarakat dalam waktu singkat. Perlu sosialisasi dan perlu juga dakwah kepada masyarakat.
Begitu juga jika yang disampaikan adalah dakwah mengenalkan masyarakat soal khilafah. Insya Allah umat pun akan menerimanya karena hal tersebut datang dari Islam yang notabene adalah ajaran agama Islam. Dan Insyaa Allah tidak akan lama lagi Khilafah pun akan tegak. Jadi tetaplah kita istiqamah di dalam jalan dakwah ini untuk menyerukan kepada umat bahwa persatuan umat islam itu penting, sehingga apa yang kita harapkan dan cita-citakan untuk melanjutkan kehidupan Islam dapat terwujud.

Terakhir yang turut memberikan tanggapannya adalah Ustad Slamet.
Dengan kejadian persatuan umat islam yang saat ini semakin besar, merupakan suatu potensi yang besar untuk lebih mendakwahkan opini ke arah penegakan khilafah. Karena setiap aksi yang dilakukan hanya fokus dengan ganti rezim, padahal kita memang belum tahu apakah dengan ganti rezim bisa menyelesaikan masalah yang terjadi dan apakah bisa menegakkan syariat Islam yang kita inginkan. Jadi mungkin sebagai masukan adalah kita harus lebih menguatkan dalam opini bukan hanya menegakkan syariah, tetapi juga menegakkan khilafah dalam melanjutkan kehidupan Islam.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *