Ada Apa Kyai dan Kasepuhan Banten Guncang DPR RI?

Jakarta (shautululama.com)—Tatkala ulama bergerak mendatangi gedung DPR RI, berarti tanda negeri ini dalam bahaya. Kepedulian ulama yang tergabung dalam Aliansi Ormas dan Forum Ulama Aswaja Banten untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RPDU). Rabu (18/10/2017) ruangan Komisi II dipadati rombongan ulama. Hadir KH Holwati, KH Tubagus Ahmad Fathoni, KH Jupri, ust. Ali, KH Ardani, KH Jawari, KH Enting, dan yang lainnya.

Sebagaimana diketahui RDPU dilaksanakan untuk mendapat keterangan yang jelas dari ulama dan ormas Islam terkait Perppu Ormas. DPR RI direncanakan mengadakan sidang paripurnanya pada 26 Oktober 2017. Keputusan itu sangat menentukan terkait Perppu Ormas yang menjadi polemik dalam kehidupan rakyat.

Ulama yang hadir pun memberikan masukan dan menjelaskan duduk perkara. Nasehat ulama merupakan panduan bagi siapapun, termasuk anggota DPR dalam menentukan arah kebijakan. Ulama pun menyinggung bahwa Perppu Ormas berpotensi mendzalimi umat Islam. Kedzaliman merupakan dosa besar.

“Siapa saja yang membuat UU yang mendzalimi umat Islam, maka kedzhaliman itu adalah dosa. Dosa itu langgeng selama UU itu dijalankan. Karena itu, anggota dewan wajib menolak Perppu Ormas!”tandas KH Jawari.

Pemahaman KH Jawari terkait HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) sungguh luar biasa. Jauh dari prasangka buruk dan jelek. Justru beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada peran HTI yang luar biasa dan perjuangan yang tangguh. Pemahaman yang sahih dan jernih itulah yang diungkapkannya.

“HTI tidak mengancam negara. Justru keberadaan HTI dapat memperkuat negara dari ancaman dan dhoror,”papar KH Jawari.

Senada dengan KH Jawari, tampak ketegasan ucapan dari KH Ardani. Sungguh ucapan beliau lahir dari rasa cinta dan kepedulian pada nasib umat Islam.

“Siapa saja anggota dewan yang menandatangani persetujuan Perppu menjadi UU, maka berdosa hingga tujuh turunan,”tandasnya

Sudah ada sekitar 4500 ponpes yang tergabung dalam FSPP dan 150 Ormas Islam se-Banten yang sepakat menolak Perppu Ormas No. 2 Tahun 2017, karena banyak kecacatannya. Beliau kembali menegaskan, bahwa sejatinya yang merusak Negara bukanlah Khilafah tetapi faham yang lainnya, salah-satunya adalah Syi’ah. Jadi, Khilafah bukan perusak negara.

Pada saat yang sama, rombongan diterima dan jamu oleh Bapak Yandri, anggota Komisi II DPR RI Fraksi PAN. Nuansa yang akrab dan kekeluargaan tampak menandakan ukhuwah Islamiyah. Bersatunya ulama dengan pemegang kebijakan untuk saling mengoreksi.
“Begitulah di DPR, yang menang yang banyak suaranya. Hasil dari DPR akan dianulir jika sidang di MK membatalkan Perppu Ormas,”jelas Bapak Yandri.

Sebelum pulang, acara ditutup dengan do’a sangat khusyu ‘ dalam suasana hujan. KH Holwati (kasepuhan Banten) sebagai pembawa do’a menangis tersedu-sedu. Memohon kepada Allah agar menggerakkan hati para anggota DPR RI untuk membatalkan Perppu Ormas. Amiin Ya Mujibas saailiin.[hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Khilafah yang Dirindukan, Siap Memimpin Dunia

Jakarta, (shautululama) – 3 Maret 1924, institusi pelindung dan pelayan umat Islam itu runtuh, Khilafah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *