6 Point Agar Tidak Gagal Paham Terkait Palestina

Wonosobo (shautululama.com)—Masih saja ada yang gagal paham berikan solusi terkait Palestina. Sabtu (5/1/2018) bertempat di Masjid Al Arqam Tosarirejo Wonosobo, Ust. M. Naim Yasin, Pengasuh Majelis Terjemah Al Qur’an membeberkan 5 point penting atas krisis pencaplokan Palestina oleh Israel dan AS. Lima point tersebut adalah:

1. Persoalan Palestina adalah persoalan yang berulang-ulang dan harus dituntaskan sampai ke akarnya

2. Palestina adalah milik kaum muslim yang telah dibebaskan melalui tangan khalifah Umar bin Khattab. Maka statusnya adalah tanah kharijiyah milik kaum muslimin.

3. Pada perang dunia ke-2 dengan kemenangan di tangan Inggris dan sekutunya, mereka kemudian mensponsori berdirinya Israel. Eksistensi Israel didukung oleh AS, secara terang-terangan mengumumkan bahwa Yerussalem sebagai ibukota Israel.

4. Atas Pengumunan tersebut, menurut jumhur ulama wajib hukumnya bagi kaum muslim untuk membebaskan Al Quds bagi ummat Islam yang ada di sekitar Al Quds. Jika kewajiban itu belum tercukupi maka seluruh kaum muslim di dunia wajib ikut membebaskan

5. Upaya membebaskan Al Quds harus dilakukan dengan aktivitas jihad yang dikoordinir oleh seorang imam, yakni khilafah. Maka kewajiban mengangkat seorang Imam atau Kholifah adalah wajib

6. Mengangkat khilafah bukan perkara baru, tapi eksitensi itu sdh pernah ada dan berlangsung kurang lebih 13 abad, sehingga ketika kita berkeinginan utk mendirikan khilafah maka semuanya itu sudah dipersiapkan. Ibarat mendirikan rumah, maka: insinyurnya, tukangnya, materialnya, dananya dan lain sebagainya sudah disiapkan. Tinggal umat harus bersemangat dan ikut serta proses terwujudnya dan diangkatnya seorang Imam atau Kholifah tersebut.

Selain enam point penting itu, K. Ibnu Mundzir, Pengasuh Majelis Nujahadah Ikhwanul Mukminin Wonosobo, menyampaikan keprihatinan atas kondisi Palestina.

“Umat harus bersatu padu mendorong penguasa muslim untuk mengirimkan militer ke Palestina,” ungkapnya.

Ust. Sugeng Pribadi, penasehat Yayasan As Shoft Wonosobo, merasa sangat senang bahwa Mudzakarah kali ini tidak melihat bendera, tidak membedakan hijau, biru, merah, dia berharap acara seperti ini sebagau sarana menyatukan ummat.

Begitu pun Ust. Burhan, beliau menyampaikan kesedihannya atas kondisi kaum muslimin saat ini. Penderitaan muslim di Rohingnya, Myanmar, Checnya dan belahan bumi lain termasuk Palestina tidak kunjung tuntas.
“Ini bukti bahwa kaum muslim butuh menegakkan institusi yang memakai Al Quran dan As sunnah sebagai hukum pengaturannya. Tentunya dipimpin seorang khalifah, agar adanya khilafah mampu menolong kaum muslimin yang tertindas dan terdzolimi.

Menyempurnakan rangkaian acara di bacakankah pernyataan sikap oleh K. Ibnu mundzir dan ditirukan oleh semua peserta dengan berdiri dan tangan mengepal. Adapun isi pernyataan sikapnya adalah sebagai berikut:

1) Menolak klaim Presiden AS Donald Trump atas Yerussalam maupun Tel Aviv sebagai Ibukota Israel,
2) Menolak solusi dua negara untuk Palestina,
3) Menyeru kepada penguasa dan umat Islam untuk menyadari bahwa solusi bagi Palestina adalah Jihad fii Sabilillah,
4) Menyerukan tegaknya sistem Islam yaitu Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwah sebagai pengobar jihad untuk solusi tuntas Palestina,
5) Menyeru kepada penguasa negeri muslim agar tidak berhubungan dengan Amerika dan Israel yang jelas-jelas memusuhi umat Islam,
6) Menyatakan komitmen akan mengadakan aksi yang lebih besar dari sebelumnya apabila seruan ulama ini tidak diindahkan.

Seluruh rangkaian acara selesai dengan ditutup doa yg dipimpin oleh KH. Nasihun Amin. Dalam lantunan doa yang khusyuk seluruh peserta berharap agar Khilafah terwujud dalam waktu yang dekat.[hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *