25 Delegasi Peserta Aksi 299 Diterima Pimpinan DPR RI

Jakarta, (shautululama.com) Sedikitnya 25 delegasi dari peserta aksi 299 diterima oleh para pimpinan DPR. Koordinator Aksi, Slamet Ma’arif mengatakan bahwa delegasi kali ini datang dari berbagai ormas di berbagai daerah di Indonesia.

“Ini yang hadir dari simpul-simpul alumni 212. Ada yang dari Makassar, Medan, Jawa Barat, Banten dan pastinya Jakarta,” ujarnya di Gedung Nusantara III DPR RI, Jakarta pada Jumat (29/09).

Selain itu, Slamet mengungkapkan delegasi akan menyerahkan petisi seribu ormas untuk menolak munculnya Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu) Ormas.

“Kami juga insyaAllah menyerahkan petisi seribu ormas yang menolak adanya Perppu Ormas,” ujarnya.

Tampak hadir para ulama diantara KH Manshur Muhyiddin dari Bojonegara Serang Banten yang turun pada Aksi ini dengan membawa pasukan pesilat Bandrong Banten.

KH Tubagus Mulyadi Mawahib dari Megamendung Bogor sebagai pimpinan Majelis Sholawat Muabbad.
Al ust Mustari Ago sebagai perwakilan ulama Sulawesi Selatan, dan yang lainnya.

Dari 25 delegasi, tiga orang perwakilan menyuarakan isu-isu terkini. Salah satu perwakilan delegasi, Shahibul Fadhilah Buya Azwir Ibn Aziz asal Medan mengecam adanya Perppu Ormas.

Ustad Azwir Ibn Aziz dalam kalimatnya di hadapan pimpinan DPR RI dan insan media
menegaskan bahwa, “Kehadiran beliau untuk menyampaikan ada 1200 titik Multaqo Ulama di seluruh Indonesia untuk Tolak Perppu Ormas, dan mewakili 8000 masjid seluruh Sumut, yang semuanya juga menolak Perppu Nomor 2 Tahun 2017”.

Pimpinan DPR yang menerima para delegasi diantarany Agus Hermanto dan Fadli Zon. Selain itu, politikus PKS, Nasir Djamil, Muzammil Yusuf, dan Jazuli Juwaini juga hadir, juga politikus partai PAN, Daeng Muhammad.

 

 

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *