2020 Adalah Peluang Besar Kemenangan Dakwah

Bandar Lampung, (shautululama) – Pusat Kajian Pemikiran Islam (PUSKAPI) Daarunnahdlah menggelar acara REFLEKSI 2019 PREDIKSI 2020 dengan tema “Antara Tantangan dan Peluang Dakwah” dilaksanakan pukul 21.00 bertempat di Aula TK Khoiru Ummah – Bandar Lampung, Sabtu (28/12/2019)

Sejak sebelum waktu Maghrib Bandar Lampung telah diguyur hujan yang sangat deras bahkan hingga acara usai pukul 23.30 pun hujan masih belum reda. Ragupun mulai menghinggapi perasaan segenap panitia penyelenggara, akankah acara malam ini jadi dilaksanakan?

Namun keraguanpun berangsur sirna saat satu demi satu peserta mulai berdatangan memenuhi ruangan. Peserta yang memang disengaja dibidik dari kalangan pemuda ini seolah tidak terganggu dengan derasnya curahan air hujan, sehingga dengan caranya masing-masing mereka antusias untuk menyambut tantangan dakwah 2020 dengan semangat.

Tepat pukul 21.00 acara dibuka oleh Kang Erwin Yuliant selaku pemandu acara. Usai sambutan oleh penyelenggara yang diwakili Ustadz Abu Sulthon. Acara dilanjutkan dengan pemaparan refleksi 2019 dan prediksi tantangan dan peluang dakwah tahun 2020.

“Tidak ada yang memungkiri bahwa rezim ini adalah rezim anti Islam” buka Kiyai Bustomi memanaskan suasana hingga udara dinginpun berubah menjadi hangat.

Selanjutnya, beliau menyampaikan banyak bukti yang bisa menjadikan rezim ini layak disebut anti Islam. Diantara buktinya adalah banyaknya para pengemban dakwah yang dikriminalisasi dan dipersekusi, sementara para penista agama seperti Sukmawati, Ade Armando, Laiskodat, Abu Janda, Deny Siregar dan lain sebagainya tetap dibiarkan melenggang meskipun puluhan tuntutan sudah dilayangkan.

“Rezim ini semakin tampak anti Islam saat semua instansi pemerintah secara serempak menyatakan perang terhadap radikalisasi. Sementara fakta menunjukkan bahwa radikalisasi yang dimaksud tidak lain adalah perjuangan menegakkan khilafah. Sehingga muncul wacana pelarangan mendakwahkan khilafah, sementara khilafah adalah bagian dari ajaran Islam”, ujar beliau memaparkan fakta.

“2020 adalah peluang yang besar untuk kemenangan dakwah” , buka Ustadz Warji selaku pembicara kedua dalam forum ini yang disambut pekikan gemuruh takbir oleh para peserta.

Beliau melanjutkan: “Dahulu kita tidak menyangka bahwa perkembangan dakwah akan menjadi seperti ini. Pembicaraan khilafah telah berlangsung dimana-mana bahkan telah masuk diruang-ruang publik tak terkecuali di dalam kekuasaan itu sendiri”, paparnya.

“Banyaknya komunitas hijrah, rendahnya tingkat kepercayaan publik kepada penguasa adalah peluang dakwah tahun 2020 dan kedepannya”, lanjut beliau memberi semangat.

Selanjutnya dalam closing statemen sebelum membacakan do’a, Kyai Bustomi menyampaikan bahwa seanti Islam apapun rezim ini, dakwah pasti dimenangkan oleh Allah. Hanya saja ada beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain: 1, harus semakin taqorrub kepada Allah dan menjauhi pelanggaran syara’. 2, Menguatkan tekad dalam meraih tujuan dakwah yakni tegaknya khilafah. 3, Terus iqro’ dalam perkembangan keadaan masyarakat di sekelilingnya. 4, mewujudkan opini umum dengan memperluas jaringan. Ibda’ binafsik, pungkas beliau.

Usai do’a dipanjatkan, acara ditutup oleh Kang Erwin Yuliant dan dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama. [alj]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *