100 Tahun Umat Tanpa Khilafah, Ulama Aswaja Sumut Serukan Perjuangan Penegakan Khilafah

Medan, (shautululama) – Paska keruntuhan daulah khilafah sejak 100 tahun lalu, berbagai persoalan terus menerpa kaum muslimin di seluruh dunia.

Tak hanya masalah politik dan keamanan, umat Islam juga mengalami kemunduran yang sangat memprihatikan dalam bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, sosial dan budaya.

“Penjajahan yang masih terus berlangsung di Palestina dan kedzaliman yang dialami umat Islam di sejumlah negara, itu disebabkan karena ketidakadaan khilafah,” ucap Ustadz Syarifuddin Chan.

Ulama asal Kota Padangsidimpuan itu membicarakan perihal tersebut pada sebuah acara Dialog Rajab 1442 H, Isra’ Mi’raj dan Kebangkitan Islam yang diselenggarakan secara online, Ahad (28/2/21) oleh Majelis Kajian Islam Kaffah (MKIK) Kota Medan.

Hadir pada acara bertema “Satu Abad Runtuhnya Khilafah, Tegakkan Kembali Wahai Kaum Muslim” itu, sekitar 1000 lebih kaum muslim dari berbagai kota dan kabupaten di Provinsi Sumatera Utara.

Mereka terdiri dari para ulama, muballighah, tokoh masyarakat, akademisi, pengusaha dan sejumlah pimpinan pondok pesantren.

Ketidakadaan khilafah, kata Ustad Syarifuddin menyebabkan kaum muslimin terkotak-kotak dalam bingkai nasionalisme.

Persoalan yang menimpa kaum muslim di Palestina, ia mencontohkan, tidak dianggap sebagai persoalan umat Islam secara umum, tetapi hanya dianggap sebagai persoalan bangsa Palestina.

Itu makanya, kata Ketua Komunitas KIFAH Kota Padangsidimpuan itu, negara negara di sekitar Palestina yang notabene negara berpenduduk mayoritas muslim dan pemimpinya juga seorang muslim tidak berupaya aktif melakukan pembebasan terhadap rakyat Palestina.

“Padahal, negara-negara itu (Arab-red.) memiliki kemampuan militer untuk menghancurkan Israel,” ucapnya.

Sementara itu, Ustadz Satria Chaniago, SEI, seorang penggiat ekonomi Islam di Sumatera Utara menyebutkan sejak ketidakadaan khilafah, ekonomi kaum muslimin dalam kondisi yang memprihatikan.

Da”i muda ini juga menyebut, dampak dari penerapan sistem kapitalisme itu kaum muslim banyak yang terjebak dalam aktifitas ekonomi ribawi. Padahal riba itu sangat dimurkai Allah SWT.

Pembicara lainnya pada dialog tersebut, Ustadz Kusnadi Arrazy menyebutkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang membelenggu umat Islam hanya dengan khilafah.

Khadim Majelis Darun Nawawi Kota Medan itu juga memaparkan tentang kewajiban bagi setiap umat Islam untuk menegakkan kembali kepemimpinan Islam yang sempat runtuh.

“Menegakkannya kembali juga harus dengan thoriqoh (cara) yang dicontohkan Rasulullah,” ucapnya.

Dialog yang dipandu ustadz Surya Saputra itu berakhir dengan sesi tanya jawab dengan para peserta.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Khilafah yang Dirindukan, Siap Memimpin Dunia

Jakarta, (shautululama) – 3 Maret 1924, institusi pelindung dan pelayan umat Islam itu runtuh, Khilafah …